Pemerintah RI Belum Tertarik Beli Vaksin Corona Sputnik V dari Rusia

Ketua Tim Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Airlangga Hartarto, mengungkapkan sejauh ini pemerintah belum menjadikan vaksin Sputnik V sebagai salah satu yang akan diberikan kepada masyarakat Indonesia.
Padahal, Dubes Rusia untuk RI Lyudmila Georgievna pada Agustus lalu sempat menawarkan kerja sama untuk pengembangan vaksin Sputnik V.
"Terkait vaksin dari Rusia selama ini belum ada perencanaan," ucap Airlangga dalam diskusi di YouTube BNPB, Senin (12/10).
Menko Perekonomian itu menyebut pemerintah sudah membahas rencana pembelian vaksin corona dari beberapa perusahaan dunia, seperti AstraZeneca hingga Johnson and Johnson.
"Tentu ini nanti kita membahas dan menggarap yang sudah kita garap sampai saat ini, dan insyaallah jumlahnya mencukupi," kata Airlangga.
Sebelumnya, pemerintah Rusia berencana menjalin kerja sama vaksin corona dengan Indonesia. Rusia saat ini tengah mengembangkan vaksin corona Sputnik V dan telah mengeluarkan izin edarnya. Vaksin ini diklaim sebagai yang pertama di dunia.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Georgievna Vorobieva mengatakan, negaranya siap kerja sama dengan Indonesia dalam 3 sektor, yakni penjualan, pendistribusian, dan uji klinis. Padahal vaksin Sputnik V diketahui belum melewati uji klinis tahap III.
"Kami juga siap melakukan uji klinis di Indonesia karena tentunya akan memudahkan pendaftaran vaksin di dalam negeri dan kami juga siap untuk pabrikan minimal (menyediakan) beberapa komponen vaksin Indonesia,” kata Vorobieva dalam konferensi pers virtual, Rabu (26/8).
Menurut Vorobieva, Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Jokowi telah melakukan perbincangan melalui telepon pada April lalu untuk membahas rencana kerja sama penanganan virus corona secara umum.
=====
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona
