Pemilu Jerman: Kelompok Kiri-Tengah Unggul, Koalisi Kristen Tertinggal

27 September 2021 10:54 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Annalena Baerbock, dari partai The Greens (Die Gruenen) Jerman, dan suaminya Daniel Holefleisch memberikan suara mereka di tempat pemungutan suara di Potsdam, Jerman Foto: Ronny Hartmann/Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Annalena Baerbock, dari partai The Greens (Die Gruenen) Jerman, dan suaminya Daniel Holefleisch memberikan suara mereka di tempat pemungutan suara di Potsdam, Jerman Foto: Ronny Hartmann/Reuters
ADVERTISEMENT
Partai Sosial Demokrat (SPD) unggul tipis pada Pemilu Jerman. Kelompok kiri tengah itu mengeklaim mendapat mandat membentuk pemerintahan baru di Jerman.
ADVERTISEMENT
Pada perhitungan awal, SPD berhasil mendapat 26 persen suara. Penantangnya, yang merupakan penguasa saat ini, koalisi dari dua partai Kristen (CDU/CSU) berada di peringkat kedua dengan 24,5 persen suara.
Kandidat Kanselir dari SPD, Olaf Scholz, yakin partainya akan memenangkan pemilu. Saat ini, Scholz dan SPD berkonsentrasi mencari mitra koalisi membentuk pemerintahan baru di Jerman.
Masyarakat antre di luar tempat pemungutan suara saat pemilihan umum, di Berlin, Jerman, Minggu (26/9/2021). Foto: Wolfgang Rattay/Reuters
"Kini, kami unggul pada di semua survei," kata Scholz seperti dikutip dari Reuters.
"Ini adalah pesan yang membuat kami bersemangat dan sebuah mandat jelas untuk memastikan kami akan membuat pemerintah baik dan pragmatis untuk Jerman," sambung dia.
Rival dari Scholz dari koalisi Kristen Armin Laschet menegaskan pemilu belum usai. Oleh karenanya, koalisi (CDU/CSU) belum akan mengaku kalah.
Masyarakat mengantri di luar tempat pemungutan suara di Gymnasium Tiergarten untuk memberikan suara saat pemilihan umum, di Berlin, Jerman, Minggu 26/9/2021). Foto: Annegret Hilse/Reuters
"Tak selalu yang ada di peringkat pertama menjadi Kanselir," ucap Laschet.
ADVERTISEMENT
"Saya ingin pemerintahan yang setiap mitra terlibat dan semua orang terlihat, bukan cuma Kanselir saja yang bersinar," sambung dia.
Pemilu Jerman 2021 begitu istimewa dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sebab, Kanselir Angela Merkel memastikan diri tidak akan mencalonkan diri jadi orang nomor satu di Pemerintahan Jerman.
Kanselir Jerman Angela Merkel berbicara selama konferensi pers tentang perkembangan terkini di Afghanistan, di Kanselir di Berlin, Jerman, Senin (16/8). Foto: Odd Andersen/Pool via REUTERS
Merkel berkuasa di negara perekonomian terbesar di Eropa itu sejak 2005. Selama 16 tahun pula pemerintahan konservatif memerintah di Jerman.
Merkel sendiri adalah politikus CDU/CSU. Sosok yang disebut-sebut sebagai salah satu wanita paling berpengaruh di dunia resmi mendukun Laschet menggantikan dirinya.