Pemprov Bali Bantah Risma soal 75 Ribu KPM Belum Terima Bansos

20 Oktober 2021 0:33
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Pemprov Bali Bantah Risma soal 75 Ribu KPM Belum Terima Bansos (257498)
searchPerbesar
Kadisos P3P Bali Dewa Gede Mahendra Putra di Hotel Courtyard, Bali. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Pemprov Bali memberikan respons terhadap pernyataan yang disampaikan Mensos Tri Rismaharini atau akrab disapa Risma. Sebelumnya Risma menyebut, 75 ribu Keluarga Penerima Manfaat atau KPM di Pulau Dewata belum menerima bantuan sosial.
ADVERTISEMENT
Risma menuturkan, data KPM tersebut per Juli-September 2021 dengan nilai bansos mencapai Rp 450 miliar.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bali, Dewa Gede Mahendra Putra, mengatakan jumlah bansos yang belum terealisasikan sekitar Rp 6,57 miliar. Sedangkan jumlah KPM adalah 23.059.
“Jadi bantuan sosial yang belum cair/belum terealisasi pada periode Juli sampai dengan September 2021 sebesar Rp 6.571.750.000 yang terdiri dari Rp 2.700.150.000 dana PKH untuk 3.701 KPM dan dana BPNT Rp 3.871.600.000 untuk 19.358 KPM," kata Mahendra dalam keterangan rilisnya, Selasa (19/10) malam.
"Jadi tidak benar sebagaimana ditulis beberapa media seolah Rp 450 miliar belum cair atau disalurkan ke masyarakat," sambung dia.
kumparan sempat meminta penjelasan kepada Mahendra mengenai data 75 ribu KPM setelah acara pemantauan dan evaluasi penyaluran bansos Bali yang dipimpin Risma dan dihadiri Kadinsos Kabupaten/Kota se-Bali di Hotel Courdyart, Seminyak, Badung, Bali, siang tadi.
ADVERTISEMENT
Selama rapat, Mahendra tampak duduk di samping Risma.
Mahendra menegaskan, data tersebut adalah KPM yang tersisa atau belum bisa disalurkan karena beberapa sebab. Di antaranya, akun KPM bank terblokir, pindah tempat tinggal, telah meninggal dunia sehingga masih diurus oleh ahli waris.
Ia berjanji pekan ini akan menyalurkan seluruh KPM yang tersisa. "Teman-teman kabupaten akan segera kita gerakkan, ini kan sisa-sisa saja. Ini akan dilakukan dalam minggu ini," kata dia.
Sedangkan dalam keterangan persnya malam ini, Mahendra mengatakan, dana bansos yang digelontorkan Kemensos untuk masyarakat Bali pada Januari-September 2021 mencapai Rp 474.101.575.000.
Bansos ini untuk Program Keluarga Harapan atau PKH Rp 214.886.775.000 dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Bantuan Sosial Pangan (BSP) Rp 259.214.800.000. Bansos 100 persen telah terealisasikan.
Pemprov Bali Bantah Risma soal 75 Ribu KPM Belum Terima Bansos (257499)
searchPerbesar
Menteri Sosial Tri Rismaharini saat memantau penyaluran bansos di Bali. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Sedangkan dana pagu bansos Kemensos periode Juli-September 2021 mencapai Rp 160.533.075.000. Dana ini sebanyak 73.912.875.000 untuk program PKH dan Rp 86.620.200.000 untuk program BPNT dengan total KPM 251.226.
ADVERTISEMENT
Bansos yang telah terealisasi untuk program PKH senilai Rp 71.212.725.00 dengan total 106.859 KPM. Program BNPT Rp 82.748.600.000 dengan total 125.009 KPM.
Jumlah KPM yang belum menerima bansos PKH adalah 3.701 dan BPNT 19.358. Total seluruhnya adalah 23.059 KPM,
Sebanyak 3.701 KPM untuk PKH yang belum menerima bansos ini terdata 93 KPM di Kabupaten Badung, 733 di Bangli, 297 di Buleleng, 16 KPM di Gianyar, 55 KPM di Jembrana, 920 KPM di Karangasem, 121 KPM di Klungkung, 1.430 KPM di Tabanan dan 36 KPM di Kota Denpasar.
Pemprov Bali Bantah Risma soal 75 Ribu KPM Belum Terima Bansos (257500)
searchPerbesar
Warga di Bali terima Bansos. Foto: Denita BR Matondang/kumparan
Sementara itu, 19.358 KPM yang belum menerima BPNT adalah 460 KPM di Kabupaten Badung, 2.727 KPM di Jembrana, 1.872 KPM di Tabanan, 3.563 KPM di Gianyar, 741 KPM di Kota Denpasar, 1.690 KPM di Klungkung.
ADVERTISEMENT
Lalu 2.807 KPM di Kabupaten Bangli, 2.735 KPM di Buleleng dan 2.763 KPM di Kabupaten Karangasem.
Dewa Mahendra berharap, KPM segera memperbaiki data sehingga bank penyaluran bansos.
"KPM juga diminta untuk cepat melakukan transaksi dan pencairan dana Bansos, sehingga dana bansos ini benar-benar bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup di masa pandemi COVID-19," tutup dia.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020