Pemprov DKI Minta Bangunan di Samping Gedung Ambruk Dikosongkan

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi bangunan mini market yang ambruk di Slipi, Jakarta Barat. Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi bangunan mini market yang ambruk di Slipi, Jakarta Barat. Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan

Sebuah gedung berlantai empat di Jalan Brigjen Katamso, Slipi, Jakarta Barat, ambruk sekitar pukul 09.20 WIB. Gedung hanya menyisakan lantai bawah yang dihuni oleh minimarket Alfamart.

Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Citata) Pemprov DKI Jakarta akan menyelidiki kasus ini usai pihak kepolisian selesai menyelidiki.

Sejauh ini, Kepala Dinas Citata DKI, Heru Hermawanto, menduga konstruksi gedung di Slipi itu mengalami kerapuhan.

Polisi berjaga di dekat bangunan yang ambruk di Slipi, Jakarta Barat, Senin (6/1). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

"Kalau sepintas, memang saya lihat dari sepintas, karena kita kan belum boleh turun nih. Belum bisa mendekati, ngetes betonnya kayak apa, ini belum bisa, kelihatannya itu kerapuhan," ujar Heru kepada kumparan, Senin (6/12).

Heru menyampaikan saat ini penanganan kasus ambruknya gedung itu masih di tangan polisi. Namun, pihaknya telah meminta agar gedung di samping bangunan yang ambruk harus dikosongkan. Sebab, sisa-sisa gedung ambruk berisiko membahayakan sekitarnya.

"Dari Polda dibantu untuk melakukan pengamanan lokasi agar tidak terjadi hal-gal yang tidak diinginkan. Makanya ada pemasangan police line. Sambil itu turun nanti akan ada penyelidikan lebih lanjut," kata dia.

Bangunan yang ambruk di Slipi, Jakarta Barat, Senin (6/1). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

"Namun, yang paling penting di sini nanti adalah berkaitan dengan masalah sisa bangunan. Ini kan potensi untuk roboh. Ini mungkin nanti saya mau lapor ke Pak Sekda dulu di mana saya akan melakukan langkah tindakan," lanjutnya.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan robohnya gedung di Slipi ini. Sebelumnya, menurut petugas Rescue Basarnas, Rivan, bangunan diduga roboh karena tersumbatnya saluran air di gedung.

"Jadi, untuk bagian lantai empat dan tiga rata-rata plafonnya itu sudah terjadi rembesan air. Jadi, di lantai tiga dan empat itu sudah terdapat genangan air karena tidak adanya akses pembuangan air di bagian roof top atas gedung," tutur Rivan.

"Jadi menyebabkan di lantai tiga empat itu terjadi pelapukan. Pelapukan pada setiap sisi sisi dindingnya karena terjadinya pelapukan tadi," tutupnya.

kumparan post embed