Pemprov DKI Minta Swasta Bangun Taman: Vertical hingga Roof Garden

Pemprov DKI Jakarta punya ambisi besar untuk mewujudkan program 30 persen tersedianya Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jakarta. Mimpi itu ditargetkan tercapai pada 2030 mendatang.
Kepala Dinas Kehutanan DKI Jakarta, Suzi Marsitawati, mengatakan hingga saat ini, RTH di Jakarta baru mencapai 9,9 persen. Perlu dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari swasta, jika ingin target 30 persen itu terwujud.
Untuk itu, Suzi meminta agar pihak swasta turut menyumbang pembangunan RTH, setidaknya 10 persen dari target yang ditentukan.
“Kita harus mendorong memang adanya keterlibatan dari peran swasta yang harus melakukan, mengadakan, menyediakan RTH sebanyak 10 persen,” ujar Suzi saat diskusi media di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (17/10).
Pemprov DKI berharap pihak swasta dapat berpartisipasi dengan membuat kebun ke atas atau vertical garden. Terutama menghadirkan taman di tengah gedung-gedung perkantoran.
“Untuk (gedung) yang belum dibangun, misalnya, kita mendorong swasta untuk membuat vertical garden. Banyak kawasan swasta yang sudah menerapkan konsep ramah lingkungan,” kata Suzi.
Kerja sama Pemprov DKI dengan pihak swasta dalam pembangunan RTH sejalan dengan keinginan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yang menjunjung tinggi asas kolaborasi dalam pembangunan di ibu kota.
Selain keterlibatan swasta, Dinas Kehutanan juga memiliki target membangun RTH seluas 23 hektare setiap tahunnya. Selain ruang terbuka hijau juga akan diperbanyak, begitu pula taman.
Dinas Kehutanan memastikan mulai tahun depan akan memulai pembuatan green garden, vertical garden, dan roof garden di lokasi yang lebih banyak.
Setidaknya, pada 2018 lalu, Pemprov DKI telah membangun 7 Taman Maju Bersama (TMB). Dan di tahun 2019 ini ditargetkan dapat terealisasi pembangunan 51 TMB hingga akhir Desember nanti.
