Pemprov Jabar Ungkap Penyebab Tingginya Pertumbuhan Angka Pasien Positif Corona

kumparanNEWSverified-green

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) COVID-19 Jabar Daud Achmad. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (GTPP) COVID-19 Jabar Daud Achmad. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Angka pasien yang positif terinfeksi di Jabar meningkat pesat dan nyaris menembus angka 2.000 pasien. Data yang diperoleh dari Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jabar (Pikobar) pada Jumat (22/5) pukul 15.14 WIB angka pasien positif berjumlah 1.962 pasien atau meningkat 82 pasien.

Pasien yang positif terinfeksi tersebar di 27 kabupaten dan kota di Jabar. Angka pasien positif tertinggi berada di Kota Bekasi berjumlah 396 pasien. Kemudian disusul Kota Depok dengan angka 373 pasien. Dari 1.962 pasien yang terinfeksi, tercatat pasien positif didominasi oleh wanita dengan angka 50,9 persen.

Menanggapi kenaikan angka yang pesat tersebut, Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Pemprov Jabar Daud Achmad mengatakan, kenaikan angka terjadi sebab adanya keterlambatan alias delay dalam proses pelaporan. Kemudian, kenaikan angka juga dipengaruhi pelimpahan kasus dari DKI Jakarta.

embed from external kumparan

"Kemudian ada pelimpahan dari DKI, KTP-nya Bekasi atau Bodebek. Sama halnya terjadi pada awal bulan Mei. Dari kosong naik 192. Ini juga sama kejadiannya seperti itu," kata dia melalui keterangannya.

Peningkatan angka pasien yang positif terinfeksi tidak diikuti dengan peningkatan pasien yang sembuh. Dari data, pasien yang sembuh masih berjumlah 422. Begitu pula, pasien yang meninggal dunia tetap berada di angka 124 atau tidak mengalami penambahan. Kota Bandung masih menjadi wilayah dengan tingkat kematian tertinggi berjumlah 31 pasien.

Ilustrasi positif terkena virus corona. Foto: Shutterstock

Sementara itu, data orang berstatus dalam pemantauan (ODP) total berjumlah 47.570. Dari angka tersebut, orang yang masih dipantau 6.430 sedangkan 41.140 sudah selesai dipantau.

Adapun pasien yang berstatus dalam pengawasan (PDP) total berjumlah 7.708. Adapun 5.280 pasien diketahui sudah selesai diawasi sedangkan 2.428 pasien masih menjalani pengawasan.

***

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona