Pemprov Jatim Beberkan Klaster Penyebaran Corona di Pasar Keputran, Surabaya

kumparanNEWSverified-green

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
ilustrasi pedagang sayur di pasar Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
ilustrasi pedagang sayur di pasar Foto: Shutterstock

Ketua Tim Tracing Gugus Tugas COVID-19 Jawa Timur, dr Kohar Hari Santoso, membeberkan penularan virus corona di Pasar Keputran, Surabaya.

Kohar mengatakan, Pasar Keputran adalah salah satu pasar sentral di Jawa Timur, khususnya wilayah Surabaya. Sehingga menjadi tempat pertemuan banyak orang dari berbagai daerah. Hal ini menyebabkan tingginya potensi penularan virus corona.

"Salah satunya adalah pedagang yang terkonfirmasi positif COVID-19 berasal dari Pujon, Malang, yang tercatat sebagai kasus 693. Beliau merupakan pengepul di Pasar Pujon, yang sering riwa-riwi ke Pasar Keputran. Beliau terkonfirmasi positif dan kemudian meninggal dunia," kata Kohar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (14/5) malam.

Ilustrasi positif terkena virus corona. Foto: Shutterstock

Lebih lanjut, Kohar mencontohkan kasus lain, ada pedagang sayur dari Jombang yang memiliki aktivitas perdagangan di Pasar Keputran yang juga positif virus corona, bahkan menulari istrinya.

"Beliau bersama istri terkonfirmasi positif COVID-19 dan mereka berdua sekarang masih di rawat di rumah sakit setempat," jelasnya.

Selain itu, ada juga pedagang sayur dari Krian, Sidoarjo, yang juga tertular di Pasar Keputran. Tak hanya pedagang, ditemukan pula kasus penularan terhadap pembeli di Pasar Keputran. Kohar menyebut ada seorang ibu rumah tangga yang juga ikut tertular.

“Kemudian ada pedagang ikan, yang dari sana kemudian juga sakit,” imbuhnya.

Petugas medis dengan APD lengkap bersiap untuk mengambil sampel swab dari warga di pasar tradisional. Foto: REUTERS / Willy Kurniawan

Dengan adanya fakta tersebut, Kohar meminta Pemkot Surabaya memberi atensi khusus terhadap persebaran virus corona di Pasar Keputran. Dia ingin penemuan kasus ini dapat dilacak secara menyeluruh agar tidak ada lagi temuan kasus baru.

"Artinya bahwa masalah di pasar ini menjadi hal yang penting untuk diperhatikan. Dan saya dengar dari Dinkes Pemkot Surabaya, bahwa mereka sudah melakukan screening, tapi juga belum keseluruhan sehingga kemudian masih belum maksimal," jelasnya.

"Memang ada yang reaktif sebanyak 14 orang, ini perlu dilakukan swab, tapi juga bukan hanya swab saja tapi juga harus di-tracing, supaya ketemu potensi menularnya ke mana, itu yang harus dilakukan," pungkasnya.

Sejumlah warga menjalani rapid test di Surabaya. Foto: Dok. Istimewa

Pasar Keputran menjadi salah satu klaster dari 52 klaster persebaran virus corona di Jawa Timur. Dari data sebelumnya, Pemprov Jawa Timur mencatat ada dua kasus penularan, yakni kasus ke-492 dan 800.

Sementara itu berdasarkan data per tanggal 10 Mei, kasus pedagang di Pujon, Malang, yang terinfeksi virus corona adalah kasus ke-693 yang masuk dalam klaster Kabupaten Malang. Namun, dengan keterangan tidak ada riwayat perjalanan.

kumparan post embed

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

————-----------------------

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.