Pemprov Jawa Barat Siapkan Stok 83.000 Reagen PCR untuk Tes Masif Corona

kumparanNEWSverified-green

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
com-Pemeriksaan SARS-CoV-2 RNA (PCR COVID-19) Prodia Foto: dok. Prodia
zoom-in-whitePerbesar
com-Pemeriksaan SARS-CoV-2 RNA (PCR COVID-19) Prodia Foto: dok. Prodia

Pemprov Jawa Barat akan kembali menggelar tes masif corona dengan metode rapid test maupun swab test. Pemprov menjamin ketersediaan stok alat tes, salah satunya 83 ribu reagen PCR untuk swab test.

Wakil Ketua Divisi Pelacakan Kontak, Pengujian, dan Manajemen Laboratorium Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Siska Gerfianti, mengatakan, selain reagen PCR, Pemprov Jabar juga memiliki stok 30.000 rapid test, 27.000 swab test, 77.000 reagen RNA, 36.000 APD Coverall, 9.000 masker KN-95, dan 500 masker N-95. Menurutnya, jumlah stok ini akan terus bergerak.

"Rapid test kita upayakan 300 ribu dan PCR test kita upayakan memenuhi target 150 ribu, sehingga bisa mencapai 300 ribu lebih pemeriksaan di Jabar," ucap Siska dalam keterangan tertulis, Kamis (18/6).

Pemprov Jabar menargetkan 300 ribu pengetesan COVID-19 itu setara 0,6 persen dari jumlah penduduk Jabar. Target itu merujuk pola Korea Selatan.

embed from external kumparan

Sementara per 17 Juni 2020, Siska melaporkan, pihaknya telah melakukan 148.789 rapid test dan 60.389 tes dengan metode polymerase chain reaction (PCR).

"Kami harapkan sebulan ke depan, setelah alat-alat hadir, kami akan laksanakan rapid test masif di seluruh Jabar dengan Mobile COVID-19 Test. Lalu, pemeriksaan PCR menurut sasaran target yang sudah kami tentukan," ucapnya.

Rapid test COVID-19 di RSHS Bandung. Foto: Dok. Pemprov Jabar

Ketua Divisi Komunikasi Publik, Hermansyah, meminta warga Jabar tidak takut mengikuti tes masif COVID-19. Sebab, pelaksanaan tes masif di Jabar, baik rapid test maupun swab test, mematuhi semua prosedur yang telah ditetapkan WHO dan Kementerian Kesehatan RI.

"Masyarakat tidak perlu takut melaksanakan rapid test ini, karena ini upaya kita untuk mencegah yang lebih besar terhadap penularan. Kemudian juga kita jangan ada lagi stigma orang-orang yang positif COVID-19," kata Hermansyah.

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

***

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!