Pemuda Pancasila Selidiki Penyebab Anggotanya Bawa Senjata Tajam saat Demo

26 November 2021 23:05 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Barang bukti dari peserta aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI yang diamankan polisi, saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (25/11). Foto: Jonathan Devin/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Barang bukti dari peserta aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI yang diamankan polisi, saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (25/11). Foto: Jonathan Devin/kumparan
ADVERTISEMENT
Ada 15 anggota Pemuda Pancasila yang ditetapkan tersangka oleh Polda Metro Jaya karena membawa senjata tajam saat demo di depan DPR RI kemarin.
ADVERTISEMENT
Terkait hal itu Ketua Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH) Pemuda Pancasila (PP) Pusat Razman Arif Nasution mengatakan akan melakukan penyelidikan.
Sebab ia juga tidak tahu mengapa mereka membawa senjata tajam saat demo.
"Ya kita kan akan lihat nanti ini senjata tajamnya untuk apa, kegunaannya untuk apa, jenisnya apa, nah kalau dia sudah bawa klewang ya berarti sudah ada maksud sesuatu, tapi kalau senjata biasa tentu di tas misalnya gunting, untuk apa, kalau naik pesawat aja kan itu enggak bisa juga,” kata Razman di Polda Metro Jaya, Jumat (26/11).
Menurut Razman ada sejumlah senjata yang memang menjadi perlengkapan anggotanya. Namun itu hanya dibawa oleh jabatan tertentu.
"Kalau misalnya ada sangkur atau apa ditanya. Ini termasuk peralatan Komti (Komandan Inti) yang kita punya. Komandan Komti kita punya. Atau boleh enggak itu," kata Razman.
ADVERTISEMENT
Sebelumnya Polda Metro Jaya mengungkapkan ada sejumlah barang bukti senjata tajam yang ditemukan dari anggota PP saat demo di depan gedung DPR RI, Kamis (25/11), di antaranya pisau komando, belati, dan golok. Selain itu polisi juga menemukan 2 butir peluru.
Penyidik juga menyita ponsel dan topi Pemuda Pancasila sebagai barang bukti.
Demo PP itu berujung ricuh. Seorang anggota polisi AKBP Karosekali dianiaya oleh massa aksi saat mengamankan jalannya aksi.
Akibat peristiwa tersebut, Karosekali mengalami luka berat di bagian kepala. Saat ini ia dirawat di RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur.