News
·
21 September 2020 13:51

Pemutilasi Rinadi, Djumadil Fajri Punya Keluarga, Pisah karena Kehadiran Laeli

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Pemutilasi Rinadi, Djumadil Fajri Punya Keluarga, Pisah karena Kehadiran Laeli (128936)
Proses rekonstruksi pembunuhan dan mutilasi Rinaldi. Foto: Dok. Istimewa
Motif ekonomi diduga menjadi alasan sejoli tersangka mutilasi Rinaldi Harley Wismanu, yakni Laeli Atik Supriyatin dan Djumadil Al Fajri nekat melakukan aksi kejinya itu.
ADVERTISEMENT
Apalagi selama masa pandemi virus corona keduanya tak memiliki pekerjaan tetap dan terancam diusir dari kos-kosan karena belum membayar uang sewa. Mereka memang tinggal bersama usai Djumadil tak lagi bersama istri pertamanya.
Pemutilasi Rinadi, Djumadil Fajri Punya Keluarga, Pisah karena Kehadiran Laeli (128937)
Proses rekonstruksi pembunuhan dan mutilasi Rinaldi. Foto: Dok. Istimewa
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, Laeli diduga menjadi pemicu keretakan hubungan Djumadil Fajri dan istrinya. Mereka kemudian memutuskan untuk hidup bersama dengan menyewa sebuah kamar kos.
“Menurut keterangan yang disampaikan saudari L dan DAF sebagai tersangka, kan memang mereka tinggal sama-sana dalam satu kos. Karena DAF ini sebenarnya sudah memiliki keluarga tetapi sempat pecah dengan kehadiran L ini,” ucap Yusri kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Senin (21/9).
“Mereka tinggal dalam kos, terdesak ekonomi untuk membayar kos dan kehidupan sehari-hari. Karena yang bekerja itu adalah L sebenarnya,” tambahnya.
ADVERTISEMENT
Yusri juga mengatakan, dari hasil pemeriksaan kedua tersangka mengaku kelaparan sehingga mencari-cari korban untuk dilakukan pemerasan. Akhirnya, Rinaldi-lah yang menjadi korban pemerasan dan juga dimutilasi.
“Sebenarnya L sempat mengajar les untuk mahasiswa mahasiswi suatu perguruan, karena dia ahli dalam kimia ya. Kemudian juga dia mengakui juga sudah beberapa hari tidak makan sehingga timbul niatan untuk melakukan pemerasan,” jelasnya.

Kasus Mutilasi Rinaldi

Perkenalan Rinaldi dengan para tersangka berawal dari aplikasi Tinder. Perkenalan Rinaldi dan Laeli dari Tinder berlanjut dengan obrolan lewat WhatsApp.
Laeli dan Djumadil yang sedang butuh uang lalu menyusun niat jahat dengan membunuh Rinaldi dan menggasak habis hartanya.
Laeli lalu mengajak Rinaldi bertemu di Apartemen Pasar Baru Mansion, Jakarta Pusat, pada 9 September 2020. Sebelumnya, Laeli lebih dulu menyewa apartemen itu untuk tanggal 7-12 September 2020 via RedDoorz.
ADVERTISEMENT
Rinaldi dan Laeli lalu bertemu di apartemen yang disewa Laeli. Sebelum keduanya masuk, Djumadil sudah berada di dalam dan bersembunyi di kamar mandi menunggu waktu yang tepat untuk membunuh Rinaldi.
Mereka sepakat memutilasi Rinaldi dan memasukkan potongan jasadnya ke dalam ransel dan koper. Jasad itu kemudian disembunyikan di salah satu unit di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan.