Penangkapan Dandhy Laksono Diduga karena Cuitannya soal Papua

kumparanNEWSverified-green

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Dandhy Laksono. Foto: Instagram/@dandhy_laksono
zoom-in-whitePerbesar
Dandhy Laksono. Foto: Instagram/@dandhy_laksono

Polda Metro Jaya menangkap aktivis sekaligus pembuat film dokumenter Dandhy Laksono. Penangkapannya diduga karena aktivitasnya di media sosial yang sering mencuitkan sejumlah hal soal Papua.

Dugaan penangkapan Dandhy terkait aktivitasnya di media sosial Twitter disebutkan pengacaranya, Alghiffari Aqsa. Menurutnya, polisi sempat menjelaskan dugaan pelanggaran Dandhy kepada sang istri, Irna Gustiawati.

"Ini terkait penyebaran informasi dia di media sosial, di Twitter, terkait Papua," kata Alghiffari Aqsa kepada kumparan, Jumat (27/9).

Surat penangkapan Dandhy Dwi Laksono. Foto: Dok. Istimewa

Dalam beberapa pekan terakhir jurnalis yang pernah bekerja di sejumlah media ini memang kerap mencuitkan kritiknya untuk pemerintah terkait penanganan kerusuhan di Papua. Dia juga sesekali me-retweet kicauan aktivis Veronica Koman.

Dandhy memang punya perhatian soal Papua. Beberapa film dokumenternya bertema kehidupan masyarakat di pulau itu. Terakhir dia sempat berdebat dengan politikus PDIP Budiman Sudjatmiko soal referendum Papua.

X post embed

Alghiffari mengatakan, saat ini tim kuasa hukum Dandhy dari Imparsial, KontraS, YLBHI, dan sejumlah LSM lainnya sedang coba menghubungi polisi. Pasalnya, mereka belum tahu lokasi pemeriksaan Dandhy.

Dandhy adalah jurnalis yang mendirikan rumah produksi film dokumenter Watchdoc. Beberapa waktu lalu dia sempat merilis film dokumenter Sexy Killers yang mengungkap soal bisnis batubara di Indonesia.

Ia juga merupakan aktivis Aliansi Jurnalis Independen (AJI). Dandhy pernah menjadi wartawan di berbagai media, termasuk RCTI.

Penangkapan Dandhy Laksono di rumahnya Foto: istimewa