News
·
15 Oktober 2020 16:46

Penasihat Hukum Jerinx dan Saksi Ahli Adu Mulut soal Arti Kata Kacung di Sidang

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Penasihat Hukum Jerinx dan Saksi Ahli Adu Mulut soal Arti Kata Kacung di Sidang (210965)
Ahli Pidana I Gusti Ketut Ariawan diperiksa sebagai saksi kasus Jerinx, di Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, Kamis (15/10). Foto: Denita br Matondang/kumparan
Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, kembali menggelar sidang lanjutan terkait perkara 'IDI kacung WHO' pada Kamis (15/10). Sidang kali ini merupakan pemeriksaan saksi ahli yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum.
ADVERTISEMENT
Dalam persidangan, penasihat hukum Jerinx, Sugeng Teguh Santoso, sempat bersitegang dengan saksi ahli bahasa Wahyu Aji Wibowo. Perdebatan terjadi ketika Sugeng bertanya asal usul kata kacung kepada Wahyu.
"Saya mau tanya, kacung kata yang di-absorb (serap) dari budaya, atau bahasa asli?," tanya Sugeng.
"Yang saya tahu (ahli bahasa diam sejenak). Karena saya tidak tahu asal kata kacung dari mana, saya hanya tahu dari KBBI. Bahwa makna kata kacung adalah pelayan, pesuruh atau pembantu," jawab Wahyu.
"Baik saya kasih tahu, ada profesor namanya Kacung Marijan. Ini profesor terkenal. Kacung juga penyebutan diabsorb dari bahasa Jawa untuk penyebutan seorang anak laki-laki yang lebih muda, kecil oleh orang tua, makanya dia harus taat. Apakah arti kacung selalu jelek?" tanya Sugeng.
ADVERTISEMENT
"Kembali lagi harus berdasarkan konteks," ucap Wahyu.
Tidak terima dengan hal itu, Sugeng meminta Wahyu menjelaskan konteks atau latar belakang postingan IDI Kacung WHO. Namun Wahyu sempat menolak karena hal tersebut sudah bersentuhan dengan fakta.
Menurut Wahyu, latar belakang atau konteks postingan tersebut menyuarakan kepentingan publik, terutama syarat rapid test. Hanya saja kata 'IDI Kacung WHO dan konspirasi busuk' dalam postingan Jerinx bermakna tuduhan dan sarkasme.