Pendaki Asal Jakarta Nekat Mendaki Gunung Binaiya Secara Ilegal

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pendaki di Gunung Semeru Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pendaki di Gunung Semeru Foto: Shutter Stock

Tim inventarisasi tumbuhan dan satwa liar Balai Taman Nasional (BTN) Manusela memergoki adanya sembilan pendaki ilegal di jalur pendakian Gunung Binaiya di Maluku. Mereka ditemukan di sekitar Camp Aimoto.

Berdasarkan keterangan dari BTN Manusela, mereka ditemukan pada 12 Maret 2021. Sembilan pendaki itu terdiri dari empat orang pendaki dari Jakarta dan Kalimantan, seorang pemandu dari Ambon bernama Ical Pounusa, seorang pemandu dari Negeri Yaputih bernama Rahman dan tiga orang porter dari Negeri Yaputih.

"Pendakian yang dilakukan kesembilan orang ini adalah ilegal, karena pendakian ke puncak Gunung Binaiya masih belum diperkenankan dan jalur pendakian masih ditutup," tulis keterangan BTN Manusela dikutip, Jumat (26/3).

kumparan post embed

Akibatnya, petugas dari BTN Manusela meminta para pendaki tersebut turun dan melarang mereka melanjutkan pendakian. Mereka menyebut, peristiwa itu menunjukkan masih ada pendaki yang tidak bertanggung jawab dan tidak menaati aturan.

"Terlebih lagi, mereka ternyata mendaki melalui jalur terlarang yang sudah dinyatakan ditutup oleh Balai Taman Nasional Manusela. Dari sini kami berkesimpulan bahwa mereka sebenarnya tahu pendakian masih ditutup," tulis BTN Manusela.

"Oleh sebab itu, mereka sengaja menghindari jalur resmi melalui Negeri Piliana agar bisa masuk secara diam-diam ke jalur pendakian Gunung Binaiya," tambah BTN Manusela.

instagram embed

BTN Manusela menjelaskan, pihaknya bersama Negeri Piliana sepakat menutup jalur pendakian Gunung Binaiya.

Penutupan dilakukan sampai Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah memberikan persetujuan dibukanya kembali kunjungan ke objek wisata.

"Pendakian ilegal yang dilakukan sembilan orang ini harus menjadi pelajaran bagi segenap pendaki gunung, karena bagaimanapun pendaki berada di kawasan konservasi (dalam hal ini Taman Nasional) yang ada pengelolanya dan memiliki aturan-aturan yang harus dipatuhi," tulis BTN Manusela.

Sementara terkait adanya dua orang pemandu lokal dari Ambon dan Negeri Yaputih, BTN Manusela menyesalkan kejadian itu. Atas peristiwa itu, mereka dimasukkan ke dalam daftar hitam dan dilarang mendaki Gunung Binaiya di lain hari.

"Balai Taman Nasional Manusela sudah memasukkan mereka ke daftar hitam orang-orang/pendaki yang dilarang masuk ke Taman Nasional Manusela dan mendaki," tutup BTN Manusela.

Gunung Binaiya Foto: Wikimedia Commons

Sekilas Gunung Binaiya

Gunung Binaiya merupakan salah satu gunung tertinggi ke enam dari tujuh puncak gunung tertinggi di Indonesia atau dikenal seven summit. Ketinggian Gunung Binaiya yakni 3.027 mdpl.

Binaiya berada di kawasan konservasi Hutan Manusela, Kabupaten Maluku Tengah. Ada dua jalur pendakian, di sebelah utara Desa Huaolu dan di Selatan melewati Desa Piliana, Kecamatan Tehoru.

Mendaki Gunung Binaiya memerlukan waktu yang lama. Perjalanan naik sampai turun gunung kurang lebih memakan waktu satu minggu jika kondisi alam tidak bersahabat seperti hujan dengan kondisi jalanan yang berlumpur. Tapi jika cuaca sedang bagus, perjalanan dapat ditempuh selama tiga hari.

Rata-rata para pendaki mendaki Binaiya melalui jalur selatan karena jalur utara melewati banyak sungai. Sedangkan jalur selatan terbagi dua, jalur Panjang atau yang lebih dikenal dengan jalur Moso, yang satunya lagi dan lebih mudah adalah Piliana.

***

Saksikan video menarik di bawah ini.