Penderita Virus Corona Bertambah, Arab Saudi Isolasi Kota Qatif

Penderita virus corona di Arab Saudi bertambah menjadi total 15 orang. Mencegah penularan lebih lanjut, Saudi memutuskan untuk mengisolasi kota Qatif di sebelah timur.
Diberitakan Reuters, pada Senin (9/3), Saudi mengumumkan empat kasus baru penderita virus corona. Keempat penderita itu adalah seorang warga Saudi, dua warga Bahrain, dan seorang warga Amerika Serikat.
Warga AS yang dinyatakan positif di Saudi diketahui baru berkunjung ke Italia, negara dengan penderita virus corona terbanyak di Eropa.
Pemerintah Saudi mengeluarkan larangan bagi warganya untuk mengunjungi sembilan negara, yakni Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Lebanon, Suriah, Korea Selatan, Mesir, Italia, dan Irak.
Saudi juga memerintahkan isolasi sementara Qatif, kota penghasil minyak di timur. Sebagian besar penderita virus corona di Saudi berasal dari kota ini. Diperkirakan isolasi Qatif tidak akan sampai mengganggu pasokan minyak Saudi.
Qatif adalah kota dengan populasi masyarakat Syiah terbesar di Saudi. Banyak warganya yang bepergian ke Iran untuk mengunjungi situs-situs Syiah, salah satunya di Qom.
Kementerian Dalam Negeri Saudi mengatakan warga Qatif dilarang keluar kota. Saudi juga mengimbau warga Qatif untuk pulang ke kotanya.
Menurut warga yang dikutip Reuters, blokade dari semen telah dipasang di pintu masuk kota. Warga kota itu juga mulai menimbun makanan dan bahan pokok lainnya.
Isolasi kota Qatif dikhawatirkan kembali menimbulkan gesekan antara masyarakat Syiah dan pemerintah kerajaan Sunni Saudi. Sebelumnya pada 2007 protes besar pecah di Qatif setelah eksekusi mati pemuka Syiah Nimr al-Nimr.
Beberapa penderita virus corona di Saudi adalah warga yang baru datang dari Iran. Saudi memprotes Iran karena tidak menstempel paspor warga Saudi itu, sehingga tidak diketahui riwayat perjalanan mereka.
Sejauh ini di Iran terdapat lebih dari 6.500 penderita virus corona dengan angka kematian mencapai 195 orang.
