Pendidikan Kejuruan Makin Dikuatkan, Mu'ti: Ada SMK Kopi, SMK Teh, SMK Cokelat

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan pihaknya tengah memperluas pengembangan program keahlian SMK berbasis keunggulan lokal. Terutama sektor pertanian dan kelautan.
Ia menyebutkan sejumlah jenis SMK baru yang sedang dipertimbangkan.
“Sekarang sudah mulai ada beberapa SMK Kopi. Ada nanti mungkin ke depan SMK Teh, ada nanti SMK Cokelat, atau SMK Nilam, dan lain-lain,” ujarnya usai membuka Simposium Penyelarasan dan Revitalisasi Vokasi Bidang Ketahanan Pangan di Millenium Hotel, Jakarta Pusat, Senin (8/12).
Menurut dia, penguatan SMK pertanian tidak hanya mencakup tanaman pangan, tetapi juga perikanan.
“Yang pertanian ini, tidak hanya meliputi pertanian dalam pengertian menanam padi, sayur, dan sebagainya. Termasuk di dalamnya adalah perikanan,” ungkapnya.
Penguatan SMK berbasis keunggulan lokal, kata Mu’ti, penting untuk membangun kedaulatan pangan sekaligus membuat SMK lebih diminati generasi muda.
Ia menjelaskan, upaya ini diharapkan mampu mendekatkan siswa pada alam dan tradisi budaya tempat mereka tinggal. Selain itu, sekolah dituntut memberikan kemampuan teknologi agar potensi alam dapat diolah menjadi pendapatan yang meningkatkan kesejahteraan.
“Itu yang nanti coba kami kembangkan,” kata Mu’ti.
Bagi Mu’ti, revitalisasi SMK dilakukan guna mengubah stigma yang menempel pada profesi petani.
“Ada tantangan kultural di mana sebagian generasi muda berpendapat, menjadi petani itu seakan identik dengan mereka yang tidak berpendidikan, ekonominya lemah, dan penampilannya kurang keren. Dengan ini, kami ingin mengubah mindset itu,” ucapnya.
