kumparan
1 November 2018 15:00

Pengacara Tersangka Penista Agama di Pakistan: Saya Bisa Dibunuh

penistaan agama di Pakistan Asia Bibi, Saif-ul-Mulook
Pengacara pelaku penistaan agama di Pakistan Asia Bibi, Saif-ul-Mulook (Foto: AFP/Farooq Naeem)
Pengacara Asia Bibi merasa nyawanya terancam usai kliennya diputus bebas. Bibi merupakan tersangka penistaan agama di Pakistan yang tervonis mati namun akhirnya dibebaskan.
ADVERTISEMENT
Saif-ul-Mulook mengatakan, saat ini hidupnya berada dalam bahaya besar, tanpa pengamanan khusus dan tidak punya rencana kabur dari Pakistan.
"Saya pikir, saya sama sekali tidak aman. Tidak ada pengamanan dan saya adalah target paling mudah, setiap orang bisa membunuh saya," ujar Mulook seperti dikutip dari AFP, Kamis (1/11).
penistaan agama di Pakistan Asia Bibi, Saif-ul-Mulook
Pengacara pelaku penistaan agama di Pakistan Asia Bibi, Saif-ul-Mulook (Foto: AFP/Farooq Naeem)
Mulook bercerita saat pertama kali memutuskan membela Bibi yang berasal dari kelompok minoritas Nasrani, ia telah mengambil resiko besar. Sebab, sangat jarang pengacara di Pakistan mau berurusan dengan kasus penistaan agama.
Setelah kasus Bibi ditangani, Mulook menyebut hidupnya tak sama lagi. Ancaman pembunuhan terus menerus datang kepadanya.
"Bila mengambil kasus tersebut, kalian harus siap dengan hasil dan konsekuensinya," sebut dia.
"Namun, yang ada di pikiran saya, lebih baik mati sebagai pemberani dan kuat dibanding mati sebagai tikus dan seorang penakut, saya siap memberikan pertolongan bagi setiap orang," sambungnya.
ADVERTISEMENT
Dibebaskannya Bibi, membuat Pakistan bergejolak. Unjuk rasa besar terjadi di kota-kota utama yaitu Islamabad, Lahore dan Karachi.
Di Karachi dan Lahore, massa dari Partai Islam memblokir 10 jalanan utama. Unjuk rasa telah berlangsung selama dua hari, sejak Rabu (31/10) atau tepat saat Mahkamah Agung Pakistan memutuskan membebaskan Bibi.
Asia Bibi, Pakistan
Protes pembebasan Asia Bibi di Pakistan. (Foto: AFP/ARIF ALI)
Karena demonstrasi kian membesar, sekolah-sekolah swasta di tiga kota tersebut diliburkan untuk sementara waktu.
Merespons keadaan tersebut, Perdana Menteri Imran Khan yang baru saja dilantik meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing provokasi pihak tak bertanggung jawab.
Khan juga mengecam sejumlah kelompok garis keras yang membawa isu pembebasan Bibi untuk tujuan politis. Eks bintang kriket Pakistan itu meminta warganya menghormati putusan pengadilan.
Imran Khan
Imran Khan (tengah) (Foto: National Assembly Handout via REUTERS)
"Mereka mencoba menghasut anda demi kepentingan politik mereka sendiri, demi negara ini kalian tak boleh terjebak," sebutnya.
ADVERTISEMENT
"Kami akan melindungi rumah dan kehidupan anda, kami tidak akan membiarkan sabotase terjadi," sambungnya.
Kasus Bibi terjadi pada 2010 lalu. Ia dituduh menghina Islam setelah berseteru dengan tetangganya yang tak mau minum dari gelas yang lebih dulu dipakainya.
Bibi sempat divonis hukuman gantung karena dinilai terbukti melakukan penistaan agama. Tetapi, pada Rabu (31/10) lalu, MA Pakistan memutuskan membebaskan perempuan tersebut karena tak memiliki cukup bukti bahwa Bibi melakukan penghinaan agama.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan