Pengacara Ungkap saat Intimidasi Tommy Sumardi, Napoleon Singgung Nama Sigit

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Terdakwa selaku perantara pemberian suap dari Djoko Tjandra, Tommy Sumardi menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (2/11).  Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Terdakwa selaku perantara pemberian suap dari Djoko Tjandra, Tommy Sumardi menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (2/11). Foto: Sigid Kurniawan/ANTARA FOTO

Rekaman percakapan antara Irjen Napoleon Bonaparte, Brigjen Prasetijo Utomo, dan Tommy Sumardi beredar. Ketiganya merupakan terpidana kasus penghapusan dan suap red notice Djoko Tjandra.

Pengacara Tommy Sumardi, Dion Pongkor, mengatakan kliennya memastikan dalam percakapan itu, Napoleon menyebut-nyebut nama Jenderal Listyo Sigit. Tommy juga saat itu dalam keadaan tertekan saat berbincang dengan Napoleon.

"Iya [sebut nama Sigit]. Menurut Pak Tommy begitu," kata Dion saat dihubungi, Kamis (6/10).

Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Pol Napoleon Bonaparte menghadiri sidang sebagai saksi untuk terdakwa Tommy Sumardi, di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (24/11). Foto: ANTARA FOTO/Reno Esnir

Dion mengatakan, Tommy sadar betul percakapan saat itu direkam oleh Napoleon. Tommy tak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti kemauan Napoleon karena terus diintimidasi.

“[Tommy] Sadar [percakapan direkam Napoleon]. Cuma kan disuruh ngomong seperti maunya NB [Napoleon]. Intinya di bawah tekanan,” sambung Dion.

kumparan post embed

Dion bahkan menyebut, Tommy saat itu diancam akan dibunuh. Tommy yang mendengar itu tak bisa berbuat apa-apa. Terlebih Napoleon sangat berpengaruh di Rutan Bareskrim.

“Di bawah tekanan. Daripada digebuk, bukan cuma digebuk dia jawab, Pak Tommy oh ini daripada saya dibunuh, katanya. Saya ikutin aja mau dia,” kata dia.

kumparan sudah menghubungi Kuasa Hukum Irjen Napoleon yakni Ahmad Yani terkait kasus tersebut. Namun, meminta waktu lantaran ada kesibukan lain.