Pengakuan Dukun di Temanggung: Mimpi dari Mbah Soal Anak Genderuwo Harus Diruwat

24 Mei 2021 11:34 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Haryono, dukun yang melakukan ruwatan. Foto: Youtube/Jatanras Polda Jateng
zoom-in-whitePerbesar
Haryono, dukun yang melakukan ruwatan. Foto: Youtube/Jatanras Polda Jateng
ADVERTISEMENT
Haryono (56) dukun yang melakukan ruwatan kepada A (7), anak di Temanggung hingga tewas sudah ditetapkan sebagai tersangka. Kepada polisi Haryono mengaku mendapat petunjuk dari mimpi untuk meruwat anak yang disebut keturunan genderuwo yang bisa merusak tatanan masyarakat bila sudah besar nanti.
ADVERTISEMENT
"Katanya Mbah melalui mimpi bahwa anak itu adalah anak genderuwo makanya saya hanya menyampaikan saja kepada orang tua korban," kata Haryono seperti dikutip dari tayangan YouTube Channel Jatanras Jateng, Senin (24/5).
Mbah yang dimaksud adalah Mbah Brahim yang pernah dikenal Haryono. Namun Mbah Brahim sudah meninggal 1 tahun lalu. Dalam mimpi tersebut, menurut Haryono, Mbah Brahim juga mengatakan anak tersebut bisa dihidupkan kembali.
"Saya juga menyampaikan pesan Mbah agar semua tenang, nanti bisa dihidupkan lagi," katanya.
Kasat Reskrim Polres Temanggung Setyo Hermawan (kanan) dan Kapolres Temanggung AKBP Benny Setyowadi (tengah) dalam konferensi pers terkait bocah yang tewas usai diruwat, Rabu (19/5). Foto: kumparan
A meninggal dunia usai diruwat pada Januari 2021 lalu. Ruwatan yang dilakukan orang tua korban, Marsidi (43) dan Suwartinah (39) bersama dengan Haryono dan asistennya Budiyono itu, bertujuan agar A terbebas dari pengaruh gaib dan tidak nakal.
ADVERTISEMENT
Ruwatan dilakukan di rumah korban dengan cara direndam kepalanya di dalam bak mandi berukuran lebar 1 meter, panjang 2 meter, kedalaman 1 meter, hingga akhirnya korban meninggal.
Kolam tempat anak diruwat. Foto: Youtube/Jatanras Polda Jateng
Jasad korban lalu dibawa ke kamar dan diletakkan di tempat tidur. Haryono meyakinkan orang tua korban bahwa anaknya akan hidup lagi, sehingga jasad tersebut tetap dirawat dan dibersihkan setiap hari. 4 bulan berlalu ternyata A tak juga hidup, justru jasadnya malah mengering.
Jenazah anak korban ruwatan di Temanggung ditemukan mengering di rumahnya. Foto: Youtube/Jatanras Polda Jateng
Kondisi A terungkap setelah kakeknya berkunjung ke rumah korban untuk silaturahmi Idul Fitri. Karena merasa ada yang aneh, kakek A mencari keberadaan cucunya di rumah itu dan mendapati jasad A sudah terbujur kaku.