Pengakuan Remaja Pembunuh Anak 11 Tahun: Mau Ambil Ginjalnya, Tidak Tahu di Mana

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
8
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pelaku pembunuhan anak berusia 11 tahun.
zoom-in-whitePerbesar
Pelaku pembunuhan anak berusia 11 tahun.

Dua pelajar di Makassar bernama Adrian (17 tahun) dan Faisal (14) menculik dan membunuh M. Fadli Sadewa yang masih berusia 11 tahun, dengan tujuan untuk mengambil organ tubuh korban lantas menjualnya. Begini pengakuan mereka:

"Saya mau ambil ginjal, namun tidak tahu di mana," kata Adrian menjawab pertanyaan polisi di Polrestabes Makassar, Selasa (10/1).

Ginjal itu, menurut Adrian, akan dijual.

"Yang saya baca, harga ginjal 80 ribu dolar (setara Rp 1,2 miliar). Tadinya uang yang akan didapatkan ini akan saya gunakan untuk membangun rumah, membantu orang tua," kata Adrian.

Pelaku pembunuhan anak berusia 11 tahun.

"Saya meng-searching, bagaimana cara menjual organ tubuh manusia, karena ekonomi dan setiap hari dimarahi orang tua jadi saya melakukan hal tersebut," ujar Adrian.

Korban Dipilih karena Tinggi Badan

Adrian mengatakan ia sebenarnya tahu siapa Fadli Sadewa. Kenal namun tidak akrab, begitu pengakuannya.

Kenapa Fadli Sadewa yang dipilih untuk dibunuh, karena tinggi badannya.

"Saya hanya melihat persyaratan (hasil searching internet), itu tinggi badannya," kata Adrian.

Saat penculikan dilakukan.
kumparan post embed