Pengakuan Sopir Truk Penabrak JPO Tendean: Baru Pertama Lewat, Fokus Lihat Maps

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Jakarta, nyaris roboh setelah tertabrak truk bermuatan alat berat, Selasa (14/7/2026). Salah satu tiang penyangga JPO bergeser sekitar tiga meter akibat benturan tersebut. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Jakarta, nyaris roboh setelah tertabrak truk bermuatan alat berat, Selasa (14/7/2026). Salah satu tiang penyangga JPO bergeser sekitar tiga meter akibat benturan tersebut. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Sopir truk crane yang menabrak jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Selasa (14/7) dini hari mengaku baru pertama kali melintasi jalur tersebut. Ia juga mengaku tidak mengetahui batas ketinggian kendaraan saat melintas.

Truk itu kendarai Andre (28). Ia ditemani Fajar (25) di dalam truk. Mereka membawa crane dari Summarecon Bogor menuju proyek di Kejaksaan Agung.

"Saya yang nyetir," kata Andre kepada wartawan di lokasi, Selasa (14/7) pagi.

Andre membantah dirinya mengantuk saat mengemudi. Ia mengatakan insiden terjadi ketika truk hampir tiba di lokasi tujuan.

"Oh, enggak. Kita 2 kilo lagi nyampe ini. Kita fokus lihat maps," ujarnya.

Andre mengatakan perjalanan dimulai sekitar pukul 00.00 WIB pada Selasa (14/7). Menurut dia, ini merupakan kali pertama dirinya melewati jalur tersebut.

"Baru ini," katanya saat dikonfirmasi apakah sering melintas di lokasi tersebut.

Situasi JPO di Jalan Kapten Tendean akibat ditabrak truk, Selasa (14/7/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparan

Andre mengaku tidak mengetahui adanya batas ketinggian kendaraan di lokasi. Menurutnya, ia juga tidak melihat palang pembatas tinggi sebelum JPO.

"Belum tahu. Kan di depan kan enggak ada ini, palangnya. Oh, biasanya sekian, enggak ada," kata dia.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Mujiyanto mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan awal, sopir diduga tidak memahami tinggi kendaraan yang dibawanya sehingga menabrak JPO.

"Truk mungkin belum tahu ketinggiannya jadi mungkin belum ada perkiraan. Kemudian apakah ada pengawalnya atau nggak. Maksudnya pengawal itu yang melihat. Kalau misalnya ada yang ngasih tahu kan "oh ini nggak nyampe", ini baru kelihatan," kata Mujiyanto.

instagram embed

Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut, termasuk ada atau tidaknya unsur kelalaian dari sopir maupun dugaan pelanggaran lainnya.

"Masih dalam penyelidikan ya, sementara masih diamankan," tegasnya.

Ia juga memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut karena kejadian berlangsung pada malam hari.

"Mengingat malam hari, korban juga nihil berarti dipastikan korban nihil, intinya itu," jelasnya.