Pengakuan Suku Anak Dalam Jambi Kumpulkan Rp 85 Juta buat Selamatkan Bilqis

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bilqis, anak perempuan berusia 4 tahun yang hilang sepekan telah kembali ke orang tuanya di Kota Makassar, Minggu (9/11/2025). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Bilqis, anak perempuan berusia 4 tahun yang hilang sepekan telah kembali ke orang tuanya di Kota Makassar, Minggu (9/11/2025). Foto: Dok. Istimewa

Begendang, pria Suku Anak Dalam yang ingin merawat Bilqis, harus mengeluarkan uang senilai Rp 85 juta sesuai permintaan Meriana, tersangka penculikan Bilqis. Angka Rp 85 juta itu disebut adalah biaya perawatan Bilqis yang "dikeluarkan" orang tua Bilqis—klaim Meriana.

Meriana menyebut orang tua Bilqis sudah tidak mampu merawat. Meriana bilang akan membawa Bilqis ke pihak lain. Informasi itu sampai ke Begendang.

"Ada informasi dari sini, ada anak yang perlu diselamatkan. Jadi aku anak saya tanya, bagaimana caranya. Ini ada surat dari yang punya anak, dari (pasutri) perempuan dan laki-laki," kata Temenggung Sikar, orang tua Begendang, saat ditemui wartawan, Kamis (13/11).

Mereka khawatir dengan keselamatan Bilqis, akhirnya berinisiatif untuk merawat Bilqis.

"Kalau tidak dititipkan di sini, akan dijual karena dia sudah tidak mampu. Saran saya, dari pada dijual di mana-mana lebih baik kami yang ganti rugi supaya kami rawat seperti anak sendiri. Itu pikiran kami, tidak ada yang lain." ucap Temenggung Sikar.

Uang Rp 85 juta yang diberikan ke Meriana itu merupakan hasil berkebun dan kegiatan ekonomi lainnya selama bertahun-tahun secara kolektif. Begendang bersama keluarganya rela mengeluarkan uang ini untuk menyelamatkan balita yang berasal dari Makassar, Sulawesi Selatan itu.

Tumenggung Sikar, ayah Begendang, yang berada di Desa Mentawak, Kabupaten Merangin. Foto: Dok. kumparan

Namun, ternyata Bilqis adalah korban penculikan dan harus segera dipulangkan ke orang tua kandungnya. "Itu kan anak aku yang kena jebak," ucapnya.

Meski berat karena sudah dekat dengan Bilqis, Begendang pun melepaskan kehadiran Bilqis sehingga balita ini kembali pada orang tua kandungnya.

"Anak itu tidak mau pisah karena sudah menganggap seperti ibu dan bapak. Dia merasakan aman di sana," ujarnya.

Keluarga Begendang juga meminta pengembalian uang senilai Rp 85 juta ke Meriana. Namun, uang itu sudah dihabiskan Meriana sehingga dia menjadikan mobil Pajero Meriana sebagai jaminan sementara untuk Tumenggung Jon.

Tumenggung Jon ini merupakan kelompok Suku Anak Dalam yang lain, dia meminjamkan uangnya untuk mengganti Rp 85 juta ke Begendang. Jaminannya mobil Pajero Meriana.

Dari mana uang Rp 85 juta itu?

“Kalau sendiri tidak mungkin, itu patungan. Hasil berkebun dan lainnya,” kata Jon.

“Saya tanya sama si pelaku (Meriana) tadi ‘yang kamu pegang sekarang apa?’ Ya mobil ini. Ditiplah mobil ini di tempat aku. Biar aku kasih biaya Rp 85 juta (untuk diserahkan ke keluarga Begendang). Ada kuitansinya,” katanya.

Dengan demikian, keluarga Begendang tidak melakukan pemerasan untuk pengembalian Bilqis. Keluarga Suku Anak Dalam ini hanya meminta uangnya dikembalikan.

“Makanya kami sakit hati ada bilang Bilqis ditukar. Yang dikatakan tukar menukar dengan mobil Pajero, tidak ada. Ini mobil Pajero saya yang amankan (sebagai jaminan),” kata Tumenggung Jon.

Tumenggung Jon, pemimpin Suku Anak Dalam di Desa Mentawak, Kabupaten Merangin. Foto: Dok. kumparan

Jon mengatakan Suku Anak Dalam kesal karena sudah ditipu. Mereka sebenarnya ingin menghukum pelaku secara adat. Namun, Polresta Makassar menolak karena akan membawa pelaku ini untuk dihukum dengan aturan yang berlaku.

“Kalau kami ini sebenarnya lebih ingin pelaku itu supaya bisa dihukum di dalam secara adat. Cuma dibantah pihak Makassar. Mereka bilang tidak bisa, orang itu harus diamankan. Jadi kami ngalah,” katanya.