Pengalaman Ketinggalan Barang di Whoosh
·waktu baca 3 menit

Sudah banyak cerita pengalaman naik Whoosh: Duduk di kereta berkecepatan 350 kilometer per jam, berangkat dari Jakarta lalu tiba-tiba sudah sampai di Padalarang, Bandung Barat.
Tapi ini bukan lagi sekadar cerita pengalaman naik kereta Whoosh, tapi pengalaman ketinggalan barang di Whoosh—dan berakhir barang itu terselamatkan!
Awalnya
Selasa sore (29/7/2025), saat panggilan boarding untuk para penumpang menggema di Stasiun Whoosh Padalarang.
Tersadar jaket yang sedari tadi diselipkan di tas, tidak lagi ada di tempatnya.
Teringat dua momen jaket itu dilepaskan: Antara di kereta feeder Whoosh dari Stasiun Bandung ke Stasiun Padalarang, atau di Stasiun Padalarang Whoosh saat pemeriksaan tas.
Entah yang mana yang terlupa.
Dua petugas, masing-masing di Stasiun Padalarang dan di Stasiun Halim, merujuk ke prosedur yang sama:
"Silakan hubungi nomor WhatsApp Customer Service Whoosh ini: 0815-1032-0909," kata mereka.
Begini Prosedurnya
Saat di-chat, petugas via WhatsApp tersebut cukup responsif. Penumpang yang kehilangan barang diminta untuk mengisi data berikut ini:
Nama penumpang:
Nomor telepon/WA:
Email aktif:
Order number (kode booking tiket):
Nama & relasi (rute) kereta:
Tanggal dan jam kejadian:
Kelas kereta:
Nomor rangkaian & nomor kursi:
Jenis barang (detailkan mulai dari item, merek, ciri-ciri, dan isi barang secara lengkap):
Contoh barang (dilampirkan):
Dari sekian hal yang harus diisi tersebut, yang agak ribet adalah mengisi nomor 4 "order number" karena untuk mendapatkannya harus membuka aplikasi, mencari kode booking, dan mengetiknya secara manual—karena sayangnya, iPhone tidak bisa meng-copy nomor tersebut.
Tapi itu pun cuma "agak ribet," bukan mustahil.
Kurang dari 5 Jam
Laporan via WhatsApp tersebut masuk pukul 17.48 WIB, dengan balasan:
"Terkait permintaan Bapak Rizki, saat ini kami telah membuatkan laporan untuk ditindaklanjuti oleh tim terkait dengan nomor laporan 0000048584."
"Harap diperhatikan bahwa KCIC akan membantu secara maksimal dalam upaya pencarian barang tersebut. Namun, perlu kami sampaikan bahwa barang bawaan merupakan tanggung jawab masing-masing penumpang."
"Jika Bapak ingin mengetahui status permintaan, silakan menghubungi kami kembali dengan menyebutkan nomor laporan yang telah diinformasikan."
Voilà! Kurang dari lima jam kemudian, pukul 22.22 WIB, petugas Whoosh memberitahukan via email bahwa barang telah ditemukan.
Judul email: Hasil Pencarian Barang Tertinggal Nomor Laporan 0000048584
Isi email:
Perkenalkan nama saya Amel dari Whoosh Contact Center ingin menyampaikan informasi terkait kendala yang Bapak Muhamad Rizki alami yang diajukan pada Kami.
Dengan nomor laporan Bapak 0000048584 berikut informasinya:
Saat ini, kami telah menemukan barang tertinggal dengan ciri-ciri yang Bapak Muhamad Rizki sampaikan (Jaket tulisan FORD).
Penjelasan KCIC
Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Eva Chairunisa, yang membantu mencarikan jaket tersebut, menjelaskan bahwa informasi kehilangan barang dari penumpang pasti akan otomatis tersambung dengan layanan Lost & Found.
Itulah mengapa proses pemberian informasi kepada penumpang akan membutuhkan waktu.
"Memang baru lebih terlihat data barang penumpang yang ditemukan petugas setelah kereta terakhir, semua masuk di daftar Lost & Found," ujar Eva kepada kumparan.
Eva pun berseloroh bahwa kenangan akan jaket dari Thailand itu bertambah dengan adanya peristiwa ketinggalan di Whoosh.
"Semoga awet, tandanya masih jodoh," ujar Eva.
Rabu (30/7/2025) pukul 20.24 WIB, jaket itu pun telah kembali ke pemiliknya. Diserahkan dengan senyuman oleh Deby Wildan, petugas Whoosh di Stasiun Whoosh Halim.
