Pengalaman Mereka yang Tetap Ngantor dan Jakarta Masih Macet

Imbauan Presiden Jokowi dan Gubernur DKI Anies Baswedan sepertinya tak ditaati banyak perusahaan. Banyak yang masih ngantor baik dengan kendaraan pribadi atau pun kendaraan umum.
Padahal Jokowi dan Anies tegas mengimbau agar bekerja di rumah.
Alhasil tak banyak berubah suasana di Jakarta, masih seperti hari normal. Jalanan macet dan orang banyak naik transportasi umum.
Seperti pengalaman Stefanny yang mengirimkan email ke redaksi@kumparan.com pada Senin (16/3).
"Saya Stefanny, mungkin mau berbagi cerita sedikit tentang hari pertama masih ngantor di tengah virus COVID19," kata dia mengawali informasinya.
Stefanny memilih naik kendaraan pribadi dibanding angkutan umum. Stefanny pagi ini terjebak macet di kawasan tol. Berikut kisah Stefanny.
Saya tinggal di kawasan Gading Serpong, Tangsel. Kantor saya Kuningan, Jaksel (perbankan). Karena mendengar bahwa ada pembatasan operasional kendaraan umum per hari ini oleh Gubernur, saya berinisiatif membawa kendaraan pribadi. Hal ini saya lakukan untuk social distancing juga, karena saya sudah menduga bahwa orang-prang akan menumpuk di tiap halte, stasiun, karena hanya sebagian kantor yang libur.
Sebelum masuk Tol Tangerang-Jakarta, jalanan sudah macet. Masuk ke tol itu di kilometer 18. Kemacetan terus terjadi hingga simpang susun Tomang. Dilanjutkan dengan macetnya Tol Dalam Kota, Semanggi-Cawang. Saya perkirakan Tol Tangerang-Jakarta macetnya lebih panjang daripada kilometer 18.
Tidak semua orang work from home. Imbauan hanya sekadar imbauan. Banyak pekerjaan frontliner yang tidak memungkinkan untuk libur demi masyarakat. Namun kalau transportasi saja dibatasi, bagaimana lantas mereka mencapai tempat kerjanya? Kebijakannya benar, maksudnya pun benar. Tapi menurut saya implementasinya salah.
Sekian cerita saya, Kumparan. Terimakasih telah menampung kisah saya menempuh kemacetan parah Jakarta hari ini. Saya sertakan foto-foto dari jalanan hari ini.
