Penjahit Penantang Gibran Disebut Boneka, Tim Pemenangan Naik Pitam

Bakal pasangan calon independen Bagyo Wahyono dan FX Supardjo (Bajo) mendaftar KPU Solo, Jawa Tengah, Minggu (6/9). Berkas syarat dukungan pasangan Bajo diterima dan dinyatakan lengkap KPU Solo.
Ketua Tim Pemenangan pasangan Bajo, Sigit Prawoso, tampak gembira dengan pencapaian ormas Tikus Puthi Hananta Baris yang berhasil mengukir sejarah di Pilwakot Solo dengan mengusung pasangan Bajo.
Namun demikian, ia marah jika lolosnya Bajo disebut atas bantuan orang lain. Dia juga kesal Bajo disebut calon boneka untuk melawan pasangan Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa diusung PDIP.
"Saya agak terusik dengan pernyataan pakar politik dan tata negara yang menyebut Bajo calon boneka dan settingan."
- Sigit bicara dengan nada keras saat konferensi pers di KPU Solo.
Ia menegaskan pasangan Bajo maju atas kerja keras ormas Tikus Pithi selama setahun dengan mengumpulkan KTP sebagai syarat pencalonan. Bajo maju atas keinginan hati nurani dan tidak ada yang menyuruhnya untuk jadi boneka.
"Kita tidak ada hubungan dengan siapa pun (parpol), kecuali masyarakat Solo. Kami ini kolisi rakyat," katanya.
Ia juga menegaskan pihaknya akan mengelurkan strategi terbaik untuk memenangkan pasangan Bajo agar menang di Pilwakot Solo 2020. Dia pun menantang rivalnya untuk adu kekuatan visi misi untuk menghapus stigma calon boneka dan setingan.
"Saya anggap Solo sekarang stagnan (tidak ada perubahan). Mulai hari ini (Minggu) kita akan berjualan tidak diperintah dan bekerja pada siapa pun. Kita koalisi rakyat," tegas dia.
