Penjelasan DPRD DKI soal Penyampaian Visi Misi Cawagub Batal Live

Di tengah penyabaran wabah virus corona di Jakarta, DPRD DKI tetap menggelar rangkaian pemilihan wagub DKI. Hari ini, Jumat (3/4), DPRD DKI mendengar penyampaian visi misi dan tanya jawab dengan kedua cawagub DKI.
Awalnya, penyampaian visi misi dan tanya jawab dengan cawagub DKI yaitu Riza Patria dari Gerindra dan Nurmansjah Lubis dari PKS akan ditayangkan ke publik melalui live streaming. Namun rencana itu batal.
Ketua Panitia Pemilihan (Panlih) Wagub DKI, Farazandi Findiansyah, mengatakan live streaming hanya akan dilakukan bersama anggota dewan yang ikut rapat dari rumah. Sementara publik, nantinya dapat melihat jalannya proses tanya jawab melalui video yang dibagikan setelah rapat selesai atau file tapping.
"Nanti jadinya disebar file tapping. Iya, nanti setelah acara. Jadi kita fokus livenya itu untuk anggota DPRD semua kayak paripurna nanti juga baru bisa disebar ke khalayak," jelas Farazandi saat dikonfirmasi, Jumat (3/4).
Namun, Farazandi tidak menyebutkan video itu akan ditayangkan di mana. Saat ini, DPRD DKI Jakarta hanya memiliki akun facebook dan twitter resmi. Sedangkan, untuk channel Youtube tidak ada.
Dia menjelaskan, keputusan untuk tidak menayangkan live streaming merupakan hasil diskusi dengan pimpinan DPRD DKI. Meski begitu, dia menjanjikan video tapping yang nantinya bisa diakses publik tak akan dipotong bagian manapun di dalam rapat.
"Ini sudah keputusan dari hasil diskusi dengan pimpinan, semua sifatnya itu akan post after, karena ini ada beberapa protap yang harus kita ikuti jadi kita putuskan live streaming hanya ke anggota dewan tertutup, close. Tapi abis itu kita tayangkan," terangnya.
"Ini full tayang. Nanti kita tayangkan full (kegiatan) di ruangan. Dalam arti harusnya enggak diedit karena kita ada kamera yang buat teleconference dan 1 kamera buat full," lanjutnya.
Untuk diketahui, dalam rangkaian penyampaian visi misi dan tanya jawab dengan dua cawagub hanya dihadiri oleh kedua cawagub itu sendiri, pimpinan DPRD, Panlih, dan perwakilan masing-masing fraksi. Sementara anggota lainnya mengikuti rangkaian ini melalui teleconference.
"Mereka video conference. Kita pakai zoom. Di dalam ruangan hanya perwakilan masing-masing fraksi, pimpinan, cawagub, sekwan. Tim hore pengusung juga dibatasi atau enggak bisa masuk," tuturnya.
***
kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!
