Penjelasan Kabasarnas soal Tak Langsung Tarik Lokomotif-Gerbong Kereta
·waktu baca 1 menit

Kepala Basarnas, Marsekal Madya (Marsdya) TNI Muhammad Syafii, memberi penjelasan terkait proses evakuasi KA Argo Bromo Anggrek dan KRL yang tidak langsung menarik lokomotif yang tertemper di Stasiun Bekasi Timur.
Syafii mengatakan, saat itu ada penumpang KRL yang masih terjepit di gerbong wanita. Proses evakuasi mengedepankan keselamatan penumpang agar kondisinya tidak semakin parah.
"Dari seluruh korban tentunya dengan penanganan khusus, ada beberapa korban yang memang harus kita lakukan tindakan secara terukur karena membutuhkan penanganan khusus. Sehingga sempat dipertanyakan kenapa lokomotif tidak langsung ditarik bersamaan dengan gerbong," kata Syafii di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4).
Menurut Syafii, proses evakuasi menggunakan metode retraksi atau penarikan sehingga tidak menimbulkan efek yang lebih buruk bagi korban.
"Sempat dipertanyakan lokomotif tak langsung ditarik. Pada saat itu ada lima korban masih terjepit dan kami melaksanakan ekstrikasi sehingga korban bisa diselamatkan dalam kondisi tidak berdampak lebih berat," jelasnya.
Kabasarnas menegaskan operasi SAR telah selesai dilaksanakan dan tidak ada lagi korban yang terjebak.
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperbarui data korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Hingga Selasa (28/4) pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.
