Penjelasan Korban Ditabrak Camry soal Main GrabWheels Dini Hari

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bagus (kiri) korban tabrakan grabwheels melaporkan kasus tabrakan ke kompolnas. Foto: Maulana Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Bagus (kiri) korban tabrakan grabwheels melaporkan kasus tabrakan ke kompolnas. Foto: Maulana Ramadhan/kumparan

Ammar Nawwar dan Wisnu meninggal usai ditabrak Toyota Camry saat bermain skuter listrik GrabWheels di kawasan fX Sudirman, Jakarta, Minggu (10/11) lalu. Tidak hanya mereka berdua, saat itu keduanya bermain GrabWheels bersama keempat temannya, yakni Bagus, Wanda, Wulan, dan Ajay.

Kasus ini menjadi perbincangan di media sosial. Banyak yang bersimpati atas musibah yang dialami oleh korban, tapi ada juga yang mempertanyakan mengapa mereka masih bermain GrabWheels saat dini hari.

Bagus mengatakan, hari itu mereka memang sengaja datang untuk bermain GrabWheels. Semula ia bersama teman-temannya ingin bermain sekitar pukul 23.00 WIB.

"Memang kita mainnya pagi (dini hari). Itu malam Minggu, itu kita coba yuk main. Pukul 23.00 aja masih penuh, kita kan kumpul 22.30 WIB, pasti sepi nih pikir kita. Ternyata masih rame banget," kata Bagus saat ditemui di Kantor Kompolnas, Jakarta Selatan, Jumat (15/11).

Bagus (kiri) korban tabrakan grabwheels melaporkan kasus tabrakan ke kompolnas. Foto: Maulana Ramadhan/kumparan

Mereka pun memutuskan meninggalkan lokasi untuk sementara waktu dan kembali lagi saat antrean GrabWheels sudah sepi.

"Kita balik lagi pukul 02.00, masih ramai. Bukan karena kita sering main jam segitu, kita emang main malam, tapi biasanya pukul 22.00-23.00 udah pulang," tuturnya.

Ia menjelaskan, saat insiden itu terjadi, kondisi sekitar juga masih ramai. Masih banyak beberapa pengguna GrabWheels lain yang bermain di sekitaran lokasi.

"Masih (ramai) mas. Kita nunggu giliran setengah jam dulu. Bukan kita aja, saya juga masih sempat ditolong sama yang main Grabwheels juga," kata Bagus.

Ammar Nawwar dan Wisnu, dua pengguna grabwheels yang tewas ditabrak mobil. Foto: Muhammad Darisman/kumparan

Bagus mengungkapkan, saat kejadian, dirinya berada di posisi paling belakang sementara kedua rekannya yakni Ammar dan Wisnu berada di depan. Ia juga membantah bila saat kejadian, pelaku berupaya untuk menolong.

"Menurut yang saya alami, posisi saya ada di paling belakang. Di depan saya baru ada Wisnu dan Ammar. Saya ketabrak, mental ke kap mobil ke kaca, ke atap mobil nya baru jatuh. Dan tidak ditolong oleh sama yang mengendara. Menurut saya. Karena saya mengalami nya sendiri," paparnya.

Wisnu (tengah), Ammar (paling kanan) foto bersama saat kelulusan SMA 31 Jakarta. Foto: Muhammad Darisman/kumparan

Ia mengaku baru pertama kali menaiki GrabWheels saati peristiwa itu terjadi. Selain itu, dirinya juga penasaran ingin mencoba karena popularitas skuter listrik tersebut beberapa waktu belakangan ini.

"Kalau saya sama Wisnu baru pertama. Hari kamisnya sebelumnya Wanda, Ajay, Ammar, Wulan main berempat. Iya (penasaran), karena pas kita coba memang seru sih," tutupnya.