kumparan
8 November 2019 18:31

Penjelasan NasDem Undang Anies di Pembukaan Kongres, Bukan Jokowi

Presiden Joko Widodo tiba dalam acara Pekan Orientasi Calon Anggota Legislatif Partai Nasdem di Hotel Mercure Ancol, Jakarta, Sabtu (1/9/2018). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Partai NasDem menjelaskan tentang pembukaan Kongres II NasDem malam ini yang tidak dibuka oleh Presiden Joko Widodo, sebagaimana partai politik lain, terutama koalisi pemerintah.
ADVERTISEMENT
Alih-alih Jokowi, NasDem justru mengundang Gubernur DKI Anies Baswedan untuk pidato. Saat bersamaan, Kongres NasDem diwarnai lebih dulu isu mesra dengan oposisi.
Ketua Steering Committee (SC) Kongres NasDem Bidang Rekomendasi, Charles Meikyansah, spekulasi pembukaan Kongres NasDem bukan dibuka oleh presiden karena NasDem hendak ingin menjadi partai oposisi, tidak benar.
"Seputar pembukaan Kongres NasDem yang tidak dibuka oleh presiden, merupakan sikap NasDem untuk menjadi partai oposisi. Langkah politik untuk menjauhkan partai dari pusat kekuasaan, sekaligus strategi mengakumulasi empati publik 'seolah-olah NasDem' merupakan partai yang di dzalimi oleh presiden. Retorika di atas sejatinya tidak tepat karena kehilangan kontek dalam membaca," ujar Charles kepada wartawan, Jumat (8/11).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bertemu dengan Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh di DPP Nasdem. Foto: Helmi Afandi/kumparan
Charles menjelaskan, Kongres II NasDem dibuka oleh Anies Baswedan, karena Jakarta sebagai tuan rumah gelaran Kongres II di Jakarta International EXPO, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (8/11).
ADVERTISEMENT
"Kenapa kok Anies? Karena kalau kongres dilakukan di Sulawesi Tenggara, maka yang akan membuka kongres NasDem adalah Gubernur Ali Mazi yang merupakan kader NasDem. As simple as that," papar Charles.
Menurut Charles, kongres kali ini berbeda dengan terdahulu, karena kali ini sekaligus perayaan HUT Partai NasDem yang ke-8. Acara kongres berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 8-10 November. Sedangkan, HUT NasDem digelar pada 11 November.
Nah, Presiden Jokowi diundang pada peryaan HUT NasDem yang ke-8 pada Senin (11/11). Sebab, menurut Charles, tidak mungkin presiden membuka dua even besar Partai NasDem ini.
"Kongres dilakukan pada 8-10 November, sedangkan ulang tahun NasDem pada tanggal 11 November. Dengan waktu yang relatif bebarengan, tentu panitia harus mengatur jadwal agar tidak berbenturan dengan jadwal presiden karena tidak mungkin dua momen sekaligus dibuka oleh presiden," kata Charles.
ADVERTISEMENT
Terlebih, lanjut Charles, momen ulang tahun adalah momen yang sangat berharga. Maka dari itu NasDem memilih Presiden Jokowi untuk mengundang sekaligus membuka perayaan acara HUT Partai NasDem. Pada acara HUT itu, NasDem juga mengundang semua ketua umum partai politik.
"NasDem juga mengundang seluruh pimpinan partai politik baik partai koalisi maupun partai oposisi. Baik dari Ibu Megawati, Airlangga Pribadi, Prabowo, Muhaimin Iskandar, Suharso Manoafra maupun SBY, Zulkifli Hasan dan Sohibul Iman," ucap Charles.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan