News
·
29 Mei 2020 21:49

Penjelasan Pemprov Jatim soal Polemik Mobil Bantuan BNPB yang Bikin Risma Ngamuk

Konten ini diproduksi oleh
Penjelasan Pemprov Jatim soal Polemik Mobil Bantuan BNPB yang Bikin Risma Ngamuk (71165)
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di dapur umum pemkot Surabaya, Jumat (29/5). Foto: Dok. Istimewa
Ketua Gugus Kuratif Penanganan COVID-19 Jatim Joni Wahyuhadi buka suara terkait kekesalan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini karena dua mobil lab PCR bantuan BNPB dibawa ke Lamongan dan Tulungagung oleh Pemprov Jatim. Joni mengatakan dua mobil bantuan BNPB itu sebenarnya tak hanya digunakan untuk Kota Surabaya saja. Namun, kata dia, digunakan juga untuk sejumlah daerah lain di Jawa Timur.
ADVERTISEMENT
Joni bahkan mengaku sudah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Pemkot Surabaya Febria Rachmanita atau akrab disapa Feny. Pada saat itu, Joni mengatakan sudah menyampaikan ada banyak daerah lain di Jatim yang ingin meminjam sementara mobil lab PCR bantuan BNPB itu untuk tes corona.
“Kami diskusi, bagaimana ini bekerja mobil ini, banyak (daerah) sekali yang minta. Kita tahu Tulungagung dan Lamongan, kita tahu sasarannya cukup banyak. Bu Feny (Kadinkes Pemkot Surabaya) menugaskan stafnya. Tapi tidak menyampaikan, hari ini acaranya Surabaya apa? Sehingga mobil kita kirim ke Lamongan dan Tulungagung,” jelas Joni di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (29/5).
Penjelasan Pemprov Jatim soal Polemik Mobil Bantuan BNPB yang Bikin Risma Ngamuk (71166)
Ketua Gugus Kuratif Penanganan COVID-19 Jatim dr Joni Wahyuhadi. Foto: Yuana Fatwalloh/kumparan
Setelah mobil dibawa, Dinkes Kota Surabaya kemudian meminta mobil itu kembali karena hendak digunakan untuk tes di di RSUD Soewandi dan RS Husada Hutama. Joni bingung karena sebelumnya, Dinkes Surabaya sama sekali tak mengabarkan bahwa mobil lab PCR itu akan digunakan untuk tes dua hari ini. Walhasil, Joni terpaksa mengembalikan mobil itu ke Surabaya pada Sabtu (30/5).
ADVERTISEMENT
“Saya sudah bilang ‘besok saja bu (Feny) karena sudah janjian dengan Tulungagung dan Lamongan’. Saya ngomongnya datar-datar gini aja. Besok kita acarakan (agendakan swab pakai mobil lab) lagi,” ungkap Joni.
“Mungkin ada miss ya, jadi enak-enakkan saja kita bekerja. Bagaimana menjalankan pekerjaan ini pasien-pasien yang belum terkonfirm segera terkonfirm segera terisolasi,” tambahnya.
***
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona