Penjelasan Wamenkes soal Penularan Hantavirus Berbeda dengan COVID-19
·waktu baca 2 menit

Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono menegaskan Hantavirus tidak menular dengan cara yang sama seperti COVID-19. Menurutnya, hantavirus memiliki reservoir atau perantara berupa hewan pengerat seperti tikus.
“Oh enggak (tidak sama dengan COVID-19), hantavirus itu ada reservoirnya. Reservoirnya atau perantaranya itu adalah tikus. Jadi, tikus yang rumahnya kotor, banyak air kencingnya, terutama saat terjadi banjir, itu bisa menyebabkan terjadinya hantavirus,” kata Dante saat meninjau UPTD Pelatihan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Selasa (12/5).
Menurut Dante, hantavirus ini juga hampir sama dengan leptospirosis. Bedanya hanya pada penyebabnya. Hantavirus disebabkan oleh virus, sementara leptospirosis disebabkan oleh bakteri.
Leptospirosis adalah penyakit infeksi yang disebabkan bakteri Leptospira. Penyakit ini menular dari hewan ke manusia, terutama melalui urine tikus yang mencemari air, tanah, makanan, atau barang di lingkungan sekitar.
"Ini hampir sama dengan leptospirosis, kalau pernah dengar ya, leptospira, leptospirosis yang terjadi pada orang-orang yang terkena kotoran tikus, kemudian terkena kencing tikus saat banjir. Ini sama jalurnya dengan hantavirus. Bedanya, sekarang semua yang dicurigai leptospirosis juga harus diperiksa. Bedanya cuma dua, yang leptospirosis disebabkan oleh bakteri, sedangkan hantavirus disebabkan oleh virus," jelasnya.
Dua Tipe
Dante menyebut terdapat dua jenis hantavirus, yakni Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang menyerang ginjal dan Hanta Pulmonary Syndrome (HPS) yang menyerang paru-paru.
Untuk tipe yang menyerang ginjal, angka kematiannya sekitar 15 persen.
Sedangkan tipe yang menyerang paru-paru memiliki tingkat kematian jauh lebih tinggi, yakni 60 hingga 80 persen.
Meski demikian, sejak 2023 Indonesia mencatat 23 kasus dan seluruhnya merupakan tipe yang lebih ringan.
“Di Indonesia sudah ditemukan 23 kasus sejak tahun 2023, tapi semuanya adalah yang ringan,” pungkasnya.
