kumparan
19 Agustus 2019 17:46

Pentingnya Drone dalam Hadapi Si Jago Merah di Riau

com-Drone tipe quadcopter.
com-Drone tipe quadcopter. Foto: Shutterstock
Dalam beberapa minggu terakhir, terdapat sejumlah titik di Provinsi Riau yang dilahap api. Hal ini ditandai dengan frekuensi pantauan titik panas (hotspot) serta laporan titik api (fire spot) yang terus meningkat.
ADVERTISEMENT
Berbagai pihak bahu membahu dalam memadamkan api yang sebagian besar berada di kawasan hutan rakyat tersebut. Mulai dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni KLHK, serta bantuan dari perusahaan swasta yakni PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).
Ya, menjinakkan si jago merah memang tidak mudah. Ini pun diakui Iswan, salah satu anggota Fire Emergency Response Team (FERT) yang dibentuk PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Iswan harus berjibaku siang dan malam untuk menjinakkan api bersama rekan satu timnya.
Iswan dan para personel FERT lainnya juga mendatangi desa demi desa di sekitar wilayah operasi perusahaan untuk membantu mengurangi ancaman hotspot maupun kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Mengetahui lokasi firespot adalah hal sangat krusial dalam penanganan kebakaran. Jika melenceng sedikit saja dari perkiraan, dampak api yang ditimbulkan bisa meluas dan dapat membahayakan warga sekitar.
com-Petugas Remote Sensing Team PT RAPP Memantau Area dengan Drone).
com-Petugas Remote Sensing Team PT RAPP Memantau Area dengan Drone). Foto: Dok. PT RAPP.
Untuk menjinakkan si jago merah, Iswan tak sendiri. Ia dibantu oleh drone yang rupanya memiliki peran yang sangat penting dalam membantu menyelesaikan tugasnya. Sejumlah drone dikerahkan untuk membantu FERT dalam menemukan titik api secara tepat.
ADVERTISEMENT
“Titik api itu termonitor lewat drone, dengan begitu kami tahu estimasi jarak titik api, sampai berapa jarak tim ke sumber air terdekat untuk membantu kami dalam pemadaman,” ujar Iswan.
Baru-baru ini, tim Iswan berhasil tepat sasaran dalam memadamkan titik api yang terjadi di Kecamatan Langgam berkat bantuan drone. Penggunaan drone juga telah memudahkan departemen Fire & Aviation saat mendeteksi potensi hotspot yang terlacak dari satelit secara real time dan precise.
“Dulu, tim di departemen Fire Management harus memanjat menara api dan membawa banyak peralatan ke lokasi hotspot untuk memastikan tidak adanya asap di daerah operasional. Sekarang jauh lebih efektif,” kata Dwi, Drone Hardware Development Coordinator (remote sensing team) PT RAPP.
ADVERTISEMENT
Dwi menjelaskan, hasil dari potret areal yang dipakai oleh drone memiliki kelebihan dibandingkan dengan citra satelit yang umum digunakan. Dengan kemampuan drone terbang rendah di bawah awan, distorsi gambar akibat tutupan awan dapat dihindarkan. Selain itu, data yang didapat merupakan real time data sehingga tim dapat melakukan tindakan secara langsung apabila ditemukan adanya permasalahan saat patroli.
Berbagai tipe drone memiliki keunggulannya masing-masing. Drone tipe quadcopter, misalnya, memungkinkan tim mendapatkan potret wilayah suatu subjek secara detail. Sedangkan tipe fixed wing umumnya digunakan untuk pemetaan areal yang lebih luas (aerial). Seluruh data hasil terbang drone tersebut diunggah ke komputer untuk dianalisis oleh tim terkait.
com-Petugas FERT PT RAPP Mengecek kondisi drone sebelum diterbangkan.
com-Petugas FERT PT RAPP Mengecek kondisi drone sebelum diterbangkan. Foto: Dok. PT RAPP.
Penggunaan drone sendiri mulai digunakan oleh PT RAPP, unit usaha APRIL Group, sejak tahun 2014. Sejatinya, penggunaan drone dimanfaatkan untuk kebutuhan inventarisasi data hutan tanaman industri (HTI) dan keperluan inspeksi pabrik. Namun, drone juga sangat diandalkan dalam patroli pencegahan dan penanggulangan kebakaran di wilayah sekitar konsesi APRIL Group.
ADVERTISEMENT
Saat ini, APRIL Group memiliki 8 jenis drone tipe fixed swing dan 91 drone multirotor (quadcopter). Selain itu, Dwi mengatakan bahwa perusahaan tersebut juga memiliki satu drone jenis terbaru, yakni DJI Matrice 210 RTK yang dapat mengombinasikan dual kamera sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan.
“Teknologi drone (DJI Matrice 210 RTK) ini salah satu yang tercanggih, jadi kami bisa memasang multispectral camera untuk mendeteksi kesehatan tanaman dan digabung dengan thermal camera untuk mendeteksi panas,” ujar Dwi.
Dwi melanjutkan, bahwa untuk mengemudikan pesawat tak berawak tersebut diperlukan pilot drone yang mahir untuk memaksimalkan hasil pemetaan dan menghindari kondisi tak terduga, seperti kecelakaan kerja dan lain sebagainya. Oleh karena itu, PT RAPP rutin menyelenggarakan pelatihan dan refreshment secara berkala kepada pilot drone dari setiap estate dalam wilayah APRIL Group. Setiap estate memiliki pilot drone yang berasal dari tim planning dan tim fire fighter.
ADVERTISEMENT
Story ini merupakan bentuk kerja sama dengan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan