Penumpang Kapal Selam Pencari Bangkai Titanic yang Hilang: Miliarder Inggris

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Miliarder Inggris Hamish Harding. Foto: Jannicke Mikkelsen/via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Miliarder Inggris Hamish Harding. Foto: Jannicke Mikkelsen/via REUTERS

Lima penumpang kapal selam berteknologi tinggi yang hilang saat hendak melakukan ekspedisi ke bangkai kapal Titanic di perairan Samudra Atlantik Utara masih belum ditemukan.

Kapal selam yang dinamakan Titan dan dioperasikan oleh OceanGate Expeditions ini dilaporkan hilang kontak pada Minggu (18/6) pagi waktu setempat di sekitar lepas pantai Newfoundland, Kanada.

Dikutip dari Associated Press, rombongan ekspedisi OceanGate ke lokasi bangkai kapal Titanic itu terdiri dari empat penumpang dan satu pilot. Mereka adalah para arkeolog dan ahli biologi kelautan.

Di antara kelima penumpang itu terdapat seorang pengusaha miliarder asal Inggris, Hamish Harding. Siapakah dia?

Berdasarkan laporan BBC, keterlibatan Harding dalam ekspedisi itu telah dikonfirmasi oleh pihak keluarga dan dirinya sendiri — melalui postingannya di media sosial.

Harding merupakan seorang miliarder, petualang sejati, penyuka hobi ekstrem, dan memegang rekor dunia Guinness World Record sebanyak tiga kali atas kemampuannya bertahan di bawah lautan dalam kapal selam.

Pria kelahiran 24 Juni 1964 ini adalah pendiri perusahaan penerbangan Action Aviation yang memproduksi jet pribadi kelas dunia berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab.

Miliarder Inggris Hamish Harding (kiri). Foto: Jannicke Mikkelsen/via REUTERS

Selain itu, ayah dua anak tersebut juga merupakan seorang pilot dan pernah terbang ke luar angkasa dalam sebuah misi dari perusahaan milik miliarder Jeff Bezos, Blue Origin, pada 2022.

Pada Juli 2019, dalam merayakan peringatan pendaratan Apollo 11 di Bulan yang ke-50 tahun, Harding pernah memimpin tim pilot yang meraih rekor Guinness World Record atas perjalanan mengelilingi Bumi melalui Kutub Utara dan Kutub Selatan dalam waktu 46 jam 40 menit.

Bagi Harding, ekspedisi ke bangkai kapal Titanic adalah yang terbaru dari serangkaian petualangan ekstremnya di berbagai belahan dunia.

Sebelumnya, pada Maret 2021 Harding dan rekannya, seorang penjelajah samudra Victor Vescovo, kembali mencetak tiga rekor dunia saat menyelam ke bagian terdalam Palung Mariana di dasar Samudra Pasifik Utara.

Menjelang ekspedisinya ke bangkai kapal Titanic, Harding sempat memposting kabar tersebut di Facebook. Harding mengungkapkan rasa bangga, akhirnya mengumumkan bahwa dia akan ikut serta dalam misi ke bangkai kapal Titanic.

Kapal selam Titan milik perusahaan OceanGate Expeditions saat mencari serpihan kapal Titanic di Samudera Atlantik. Foto: OceanGate Expeditions via AP

"Jendela cuaca baru saja terbuka dan kami akan mencoba menyelam besok," tulis Harding.

Secara terpisah, Action Aviation juga mengkonfirmasi keberangkatan Harding dalam sebuah pernyataan pada Minggu (18/6). Pihaknya mengatakan, kapal selam Titan telah berhasil diluncurkan dan Harding saat ini sedang 'menyelam'.

Namun, sekitar satu jam 45 menit setelah berangkat, menurut Penjaga Pantai Amerika Serikat, kapal selam Titan hilang kontak. Tim penyelamat gabungan di Nova Scotia kemudian melaporkan kapal itu hilang sekitar 700 km di sebelah selatan St John, Newfoundland.

Sementara bangkai kapal Titanic berada di kedalaman 3.800 meter di bawah permukaan di dasar Samudra Atlantik yang berjarak sekitar 600 km di lepas pantai Newfoundland.

Hingga berita ini dirilis, proses pencarian kapal selam dan kelima penumpangnya masih berlangsung. Penasihat OceanGate, David Concannon, mengatakan kapal Titan memiliki pasokan oksigen selama 96 jam yang dimulai sekitar pukul 6 pagi sejak Minggu (18/6).

Dengan kata lain, mengingat semakin berkurangnya oksigen yang tersisa, maka tim gabungan yang terdiri dari otoritas AS dan Kanada ini sedang berjuang melawan waktu.