Penumpang Kelas Bisnis Tuntut Pilot Minta Maaf soal Kasus Hina Garuda

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia. Foto: Reuters/Darren Whiteside
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia. Foto: Reuters/Darren Whiteside

Seorang penumpang kelas bisnis pesawat Garuda Indonesia bernama Jessica mengeluhkan pelayanan maskapai di akun Twitternya. Jessica mengaku ditahan di Bandara Ngurah Rai, Bali, selama tiga jam tanpa alasan yang jelas.

Saat ini, Jessica hanya meminta permohonan maaf dari awak Garuda. Jessica memastikan ia dan keluarganya tak pernah mengganggu penerbangan.

"Saya cuma mau permintaan maaf secara langsung dari pilot dan pramugari yang bersangkutan, dan pernyataan bahwa memang benar bahwa saya dan keluarga tidak mengganggu penerbangan, atau melakukan tindakan apa pun yang dianggap perlu dilakukan penahanan," ujar Jessica saat dihubungi kumparan, Senin (6/1).

kumparan sudah meminta izin Jessica untuk mengutip cuitannya. Dalam utas (thread) yang ia bagikan, Jessica mengawali ceritanya ketika menumpangi pesawat GA404 rute Jakarta-Denpasar, Sabtu, 4 Januari 2020.

X post embed

Saat itu, Jessica berada di kelas bisnis pesawat bersama suami, ketiga anaknya, dan dua pengasuh bayi. Ketika pesawat hendak landing, suami Jessica pergi ke aisle lantaran anaknya ingin ke toilet. Namun, pramugari tak mengizinkan dengan alasan keamanan menjelang landing. Jessica mengaku suaminya menuruti instruksi tersebut.

Jessica menyebut, suaminya panik lantaran anaknya ingin buang air besar. Dia lalu mengeluhkan pelayanan Garuda ke Jessica.

Ketika landing, Jessica dan suaminya ditahan petugas bandara. Terdapat 7-8 aviation security, 3 pilot, dan 6 pramugari. Jessica dan suaminya diminta ditahan sesuai instruksi kapten pilot atas tudingan menghina Garuda dengan menyebut "Garuda t*i".

Kepada kumparan, Jessica mengaku telah ditemui regional CEO Garuda. Maskapai menyebut kasus ini hanya kesalahpahaman.

"Tapi jelas bukan kesalahpahaman karena memang benar satu keluarga kami ditahan di bandara, dan bukan karena kami mengganggu penerbangan," kata Jessica.

Pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900 Neo. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

"Sudah dikonfirmasi bahwa captain telah melampaui kewenangan beliau sebagai captain dengan menahan seluruh keluarga saya tanpa alasan yang masuk akal," sambungnya.

Hingga kini, Jessica juga mengaku tidak diberitahu soal identitas pilot yang menyuruh awak pesawat untuk menahannya. Jessica mendukung langkah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang akan menelusuri kasus ini.

"Saya mendukung Menhub untuk mengusut kasus ini. Jelas ada yang salah di badan Garuda. Coba dibayangkan, saya sampai hari ini tidak pernah diberikan nama captain yang bertanggung jawab," tuturnya.

kumparan post embed

"Saya juga mau meminta penjelasan apakah mengumpat di pesawat dalam sebuah private conversation (antara Jessica dan suaminya) merupakan tindakan yang ilegal? Bahwa ini merupakan kekesalan customer yang sedang berbicara dgn istrinya, apakah ini juga merupakan tindakan yang dilarang di pesawat?" keluh Jessica.

kumparan sudah berusaha menghubungi Garuda untuk mengklarifikasi masalah ini. Namun hingga Senin malam, Garuda belum merespons.

Tindak lanjut Kemenhub

Budi Karya Sumadi mengaku belum mengetahui insiden ini. Budi Karya menegaskan akan segera menelusuri kasus tersebut pada Selasa (7/1).

"Saya klarifikasi besok pagi, saya akan jelaskan semuanya, tapi saya belum dapat informasinya," kata Budi Karya di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (6/1).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat tiba di Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan investasi, Jakarta, Senin (6/1). Foto: Helmi Afandi/kumparan

Kemenhub akan menelusuri apakah Garuda melanggar aturan dan pelayanan penerbangan. Budi Karya berjanji akan menegur maskapai jika terbukti bersalah.

"Kita lihat apa yang dilakukan, apa melanggar hal-hal yang sifatnya mandatory dari yang namanya safety, kalau itu berkaitan dengan safety itu sanksinya tegas sekali, ya, tapi kalau pelayanan, ya, kita lakukan pembinaan, pasti kita tegur," kata Budi Karya.