Penumpang KRL: Kursi Prioritas Milik Anak Muda dan Karyawan Kantoran

Kereta Api Listrik (KRL) yang biasa dikenal dengan sebutan Commuter Line (Cl) adalah salah satu moda transportasi andalan bagi masyarakat Jabodetabek. Tarif yang relatif murah, jarak tempuh yang cepat dan mengindari kemacetan yang ganas menjadi alasan utama masyarakat memilih KRL sebagai moda transportasi untuk bepergian kemana-mana.
Di dalam gerbong KRL terdapat beberapa aturan tempat duduk untuk para penumpang, salah satunya adalah kursi prioritas, yang hanya diperuntukan bagi wanita hamil,penumpang yang membawa anak, lansia dan penyandang disabilitas.
Karena banyaknya penumpang, tak heran banyak pula fenomena kursi prioritas yang akhirnya diduduki oleh penumpang yang tak memiliki hak sama sekali untuk duduk di sana.
Hal ini dirasakan oleh Devi (28). Bersama kedua anaknya yang masih balita, mereka berangkat menggunakan Commuter Line dari Stasiun Tanah Abang menuju Citayam.

Namun ternyata ketika mereka masuk KRL, keduanya tak mendapatkan hak untuk duduk di kursi prioritas hingga Stasiun Citayam yang berjarak 1,5 jam perjalanan. Padahal dia tengah menggendong anak yang masih balita.
Kondisi penumpang pada saat itu lumayan padat, hingga kursi prioritas pun sudah dipenuhi oleh penumpang yang lainnya yang sudah terlebih dahulu berebut masuk ke dalam KRL. Namun Devi, sebagai pelanggan KRL menganggap hal tersebut sebagai pemandangan biasa.
"Lah, iya, sudah sering saya berdiri bawa anak mah, sudah biasa lah begini. Tadi saja mau ke Tanah Abang berdiri juga kok sambil bawa anak," kata Devi ketika diajak kumparan (kumparan.com) berbincang, Jumat (24/11).
Devi menambahkan, kursi prioritas yang berada di dalam KRL seringnya diisi oleh nak muda dan pekerja kantoran.
"Saya sih sering perhatikan yang duduk di situ anak muda,orang kantoran, kadang pura-pura tidur, asyik main game. Yah anak muda sekarang enggak peka lah," ucapnya.
"Kadang yang baik malah bapak bapak pebih sering mas diajak kompromi dan lebih peduli," ungkapnya.
VP Komunikasi PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Eva Chairunisa, mengaku prihatin dengan 'pemandangan' tersebut. Eva mengimbau agar para penumpang KRL berkenan dan lebih bersimpati terhadap penumpang yang benar-benar membutuhkan kursi.
"Kami sangat berharap kerjasama dari seluruh penumpang, meskipun sedang menggunakan kursi non prioritas atau kursi reguler agar tetap bersimpati memberikan tempat duduknya, bila ada penumpang lain yang lebih membutuhkan tempat duduk," ujarnya dalam keterangan tertulis kepada kumparan (kumparan.com), Kamis (23/11) malam.
"Seperti ibu hamil, ibu membawa anak, orang tua, orang sakit, dan kondisi khusus lainnya," imbuh Eva.
Reporter: Soezono Ebenezer
