Penumpang Merintih-Menjerit-Berdarah Usai KRL Ditabrak KA Argo Bromo
·waktu baca 2 menit

Sejumlah penumpang di gerbong KRL Cikarang Line mengalami luka parah akibat ditabrak Kereta Api Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) sekitar pukul 21.00 WIB.
Dalam video yang diterima, tampak gerbong dalam kondisi gelap dengan penumpang yang didominasi wanita berteriak meminta tolong kepada petugas untuk dievakuasi.
Salah satu penumpang bahkan tampak wajahnya berlumuran darah. Ia kemudian berjalan perlahan keluar dari gerbong sambil dievakuasi petugas. Penumpang lainnya juga menjerit meminta agar segera dievakuasi.
Petugas di lokasi tampak menenangkan penumpang dan meminta mereka keluar satu per satu.
Awal Peristiwa
Manajer Humas KAI Daop Jakarta, Franoto Wibowo, menyebut awal mula insiden itu adalah KRL yang terlebih dahulu menabrak taksi sehingga posisinya terhenti.
Saat KRL itu berhenti, KA Argo Bromo menabrak dari belakang.
"Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menemper KRL di JPL lintasan dekat Bulak Kapal yang membuat KRL-nya terhenti," ucap Franoto kepada wartawan, Senin (27/4).
"KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo," tambahnya.
Sejumlah Penumpang Terjepit
Sebelumnya, sejumlah penumpang KRL Cikarang Line dilaporkan terjepit di gerbong khusus wanita.
Petugas berusaha mengevakuasi penumpang yang terjepit di gerbong 10 atau gerbong khusus wanita. Gerbong tersebut merupakan bagian yang terbelah setelah ditabrak KA Argo Bromo.
Ambulans juga tampak berada di lokasi untuk mengevakuasi para korban.
Jumlah korban hingga kini belum diketahui. Petugas masih berupaya mengevakuasi penumpang.
