Penyebab Banjir di Kampung Melayu Belum Surut meski Sudah 12 Jam Merendam

8 November 2021 12:06 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Banjir di Cipinang Melayu akibat meluapnya air dari Ciliwung.  Foto: Amin Agustin
zoom-in-whitePerbesar
Banjir di Cipinang Melayu akibat meluapnya air dari Ciliwung. Foto: Amin Agustin
ADVERTISEMENT
Warga RW 004,005,007, dan 008 Kampung Melayu Jakarta Timur masih harus bersabar menunggu banjir surut. Banjir yang merendam sejak pukul 00.00 WIB itu masih setinggi 100 cm.
ADVERTISEMENT
Lurah Kampung Melayu Angga Harjono mengatakan, banjir di Kampung Melayu disebabkan kiriman air dari Bogor. Bendungan Katulampa sempat siaga 3, kondisi air laut juga sedang pasang, dan hujan lokal yang juga cukup lama.
“Banjir disebabkan tingginya air di bendungan Katulampa, pos Depok dan pintu air Manggarai serta air laut yang pasang ditambah curah hujan di Jakarta, Bogor, dan Depok,” jelas Angga saat dihubungi Senin (8/11).
Banjir di Cipinang Melayu akibat meluapnya air dari Ciliwung. Foto: Amin Agustin
Saat ini, total ada 674 warga yang terdampak banjir. Warga juga sudah diarahkan untuk mengungsi ke beberapa posko yang sudah disiapkan.
“Warga diungsikan di Masjid Jami’ Ittihadul Ikhwan, SD 01 dan 02 Kampung Melayu serta di Sekretariat RW 07,” jelasnya.
Angga mengatakan, Kali Ciliwung merupakan bagian dari program gerebek lumpur untuk menambah kapasitas daya tampung air. Tapi, tampaknya hujan yang begitu lebat membuat debit air juga semakin tinggi.
ADVERTISEMENT
“Kami juga sudah melakukan pembersihan tali-tali air dan lumpur,” terang Angga.
Kondisi banjir di Jalan Tanah Rendah RT 13/8 Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur. Foto: Twitter/@amin_agustin
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah menargetkan banjir harus surut dalam kurun 6 jam bila tidak dalam kondisi hujan ekstrem.
Namun, kenyataannya daerah Kampung Melayu masih tergenang oleh banjir. Hal ini dikarenakan banjir tersebut tidak hanya disebabkan oleh intensitas curah hujan tinggi, namun juga kurangnya daya tampung bendungan terhadap kiriman air dari hulu.