Penyebab Sekeluarga Tewas Saat Glamping di Temanggung: Keracunan Gas CO

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polisi saat menunjukan barang bukti seperti tungku pembakaran yang diduga menjadi penyebab tewasanya satu keluarga saat glamping di Posong saat konpers pada Senin (15/6/2026). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Polisi saat menunjukan barang bukti seperti tungku pembakaran yang diduga menjadi penyebab tewasanya satu keluarga saat glamping di Posong saat konpers pada Senin (15/6/2026). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan

Polisi akhirnya mengungkap hasil laboratorium forensik terkait penyebab tewasnya satu keluarga saat glamping di objek wisata Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Sekeluarga itu tewas pada Rabu (27/5) sore.

"Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya tanda keracunan karbon monoksida. Penyebab kematian adalah keracunan karbon monoksida (CO) yang mengakibatkan mati lemas," kata Kapolres Temanggung AKBP Zamrul Aini dalam jumpa pers, Senin (15/6).

Zamrul menjelaskan, gas karbon monoksida itu berasal dari tungku penghangat atau anglo pembakaran yang disediakan pengelola untuk menghangatkan badan.

Seharusnya tungku itu diletakkan di luar tenda sesuai instruksi pengelola. Namun oleh korban tungku tersebut diletakkan di dalam tenda.

"Gas CO berasal dari tungku pembakaran. Tungku itu ditemukan di dalam tenda. Sementara kompor dan gas portable posisinya ditemukan di luar tenda," jelasnya.

Selain itu, polisi juga memastikan tidak ditemukan kandungan sianida dalam tubuh korban, maupun luka akibat benda tumpul atau benda tajam.

"Tidak didapatkan keracunan sianida," sebut Zamrul.

Sebelumnya, satu keluarga yang terdiri dari ayah Muhamad Ali Munawar (52), ibu Maghfirah (43), anak sulung Bagas Amar Hakiki (21), serta anak bungsu mereka Alvino Evan Hakim (16) ditemukan tewas pada Rabu (27/5) sore.

Mereka awalnya menginap di tenda glamping di objek wisata Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, sejak Selasa (26/5) sekitar pukul 21.05 WIB.

Namun, keesokan harinya atau pada Rabu (27/5), tidak ada respons dari para korban ketika waktu sewa habis. Petugas lalu terpaksa membuka pintu tenda pada pukul 15.30 WIB dan menemukan keempat korban sudah terbujur kaku.