Penyebar Rekaman Pejabat Batu Bara Dukung 02 Ditangkap

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

Karopenmas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan klarifikasi Polri soal pernyataan 'estafet kepemimpinan' dari Kapolri, Jumat (12/1/2024). Foto: Divisi Humas Polri
zoom-in-whitePerbesar
Karopenmas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan klarifikasi Polri soal pernyataan 'estafet kepemimpinan' dari Kapolri, Jumat (12/1/2024). Foto: Divisi Humas Polri

Direktorat Siber Bareskrim Polri menangkap pelaku yang diduga penyebar rekaman suara pejabat di Kabupaten Batu Bara, Sumut.

Rekaman itu disebutkan mengarahkan dukungan untuk pasangan nomor urut 2 Prabowo-Gibran.

Informasi yang beredar yang ditangkap adalah pemilik akun X Paltiwest, yang merupakan pendukung Ganjar. Dia pernah merepost konten rekaman itu. Namun Truno belum memberi penjelasan.

"Proses penangkapan telah dilakukan oleh Dirtipidsiber Polri, namun akan kami jelaskan lagi, jadi secara simultan baru pagi ini dilakukan serangkaian tindakan penyidikan melalui upaya penangkapan," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko dalam jumpa pers di Bareskrim Polri, Jumat (19/1).

Truno tak mengungkap lebih detail identitas pelaku dan motifnya. Saat ini, kata Truno, pihaknya masih terus melakukan pendalaman.

"Kita masih secara simultan dan berkesinambungan untuk melakukan langkah-langkah berikutnya," katanya.

"Ini masih proses pendalaman, nanti akan saya mendalami ke Dirtipidsiber dan benar. Nanti untuk lebih lanjut akan kami sampaikan," imbuhnya.

Akun Twitter pegiat medsos @Paltiwest atau Palti Hutabarat Foto: Twitter

Rekaman bahas dukungan hingga ‘peluru’

Beredar di media sosial rekaman suara yang diduga berisikan percakapan antara pejabat di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, untuk mendukung paslon nomor urut 02. Adalah pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Rekaman itu beredar dengan tulisan narasi:

“Bocor! Rekaman perbincangan antara Dandim, bupati, kapolres, dan Kajari Batu Bara”.

Video itu juga tersebar dengan cover wajah sejumlah pejabat Kabupaten Batu Bara.

Meski begitu, sejauh ini seluruh pihak yang dituding bersuara dalam rekaman tersebut mengatakan hoaks. Mulai dari Polri, TNI, hingga Kejari Batu Bara.

kumparan post embed