Penyerang Polres Banyumas SMS-an dengan Terduga Teroris Tuban

Pelaku penyerangan markas Polres Banyumas, Mohammad Ibnu Dar (22), sempat berkomunikasi dengan Karno (19), salah satu terduga pelaku teror yang tewas di Tuban, Jawa Timur.
"Pelaku sempat berkomunikasi via SMS dengan terduga teroris yang tewas di Tuban," kata Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro di Semarang, Rabu (12/4), seperti dilansir Antara.
Menurut dia, keduanya sama-sama berasal dari Kutasari, Kabupaten Purbalingga.
Berkomunikasi dengan Napi
Para pelaku teror di Tuban, lanjut dia, diketahui juga intensif menjalin komunikasi dengan sejumlah terpidana teroris yang mendekam di sejumlah LP di Jawa Tengah.
"Mereka berkomunikasi dengan yang ada di LP, dengan membesuk dan sebagainya," ungkap Kapolda.
Para pelaku teror di Tuban intensif menjalin komunikasi dengan sejumlah terpidana teroris yang mendekam di sejumlah LP di Jawa Tengah.
Atas berbagai serangan terhadap kepolisian, Kapolda memintahkan seluruh jajarannya untuk selalu waspada.
Kapolda menyebut Jamaah Ansharut Daulah (JAD) gencar menyerukan serangan balasan kepada polisi. (Baca juga: Polri Sebut Jaringan Teroris JAD Sudah Melemah)
Meski pengamanan di markas-markas kepolisian ditingkatkan, ia meminta pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal. "Pintu markas tidak perlu ditutup semua, yang penting tingkatkan kewaspadaan," ucapnya.

Awal Mula Kasus
Ibnu Dar mengenakan cadar dan pakaian serba hitam mendatangi Mapolres Banyumas dengan mengendarai sepeda motor pada Selasa kemarin.
Pria itu langsung menabrakkan kendaraannya ke arah Aiptu Ata Suparta yang sedang menelepon. Setelah keduanya terjatuh, pria itu berdiri sambil mengeluarkan parang untuk menyerang Bripka Karsono yang berusaha menolong Aiptu Ata Suparta.
Bripka Karsono segera lari, namun dikejar oleh pria bercadar itu sambil mengayun-ayunkan parang dan meneriakkan takbir. Bripka Karsono pun terkena sabetan parang di lengan kanannya.
Baca juga: Penyerang Polres Banyumas Pernah Daftar TNI, Tapi Gagal
Polisi lainnya yang mengetahui kejadian itu segera menolong korban dan mengamankan pelaku.
Ibnu Dar saat diperiksa memilih bungkam dan hanya menyebut thaghut, thaghut.
