Penyerapan Kartu Buruh DKI Rendah, Hanya 5 Ribu dari Total 300 Ribu

Pembuatan Kartu Pekerja oleh Pemprov DKI untuk mengurangi beban biaya transportasi dan belanja kebutuhan pokok para buruh, belum terserap maksimal manfaatnya. Sebab dari 300 ribu kartu yang telah diluncurkan, baru terserap sekitar 5 ribu kartu.
Padahal menurut Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno, buruh berpenghasilan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI yang besarannya saat ini sekitar Rp 3,6 juta, akan sangat terbantu dengan kartu tersebut.
“Per hari ini kalau nggak salah masih di angka 5 ribu. Sangat rendah (serapan kartu pekerja). Totalnya 300 ribu. Padahal dengan Kartu Pekerja, mereka akan mendapat tambahan," kata Sandi di UHAMKA, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (28/4).
"Segi pangannya murah, transportasinya dan dari Bank DKI, juga Food Station dan TransJ. Itu akan memudahkan sekali untuk para buruh,” imbuhnya.

Oleh karena itu, bertepatan dengan momen peringatan May Day yang jatuh pada 1 Mei nanti, Sandi berharap para pekerja anggota koalisi buruh di DKI dapat bekerjasama membantu peningkatan penyerapan kartu tersebut.
"Saya lagi mendorong teman-teman dari Koalisi Buruh Jakarta bahwa kita perlu bantuan mereka, karena kartu pekerja itu sampai sekarang serapannya masih rendah sekali,” tegas Sandi.
Sandi semakin yakin, manfaat yang ditawarkan Kartu Pekerja dapat banyak membantu kesejahteraan para buruh sebab berdasar data survei pihaknya, mayoritas gaji para buruh dialokasikan untuk transportasi dan pangan.
“Ini yang lagi kita kaji dan waktu itu data kita dari Smart City, menunjukkan kalau kebutuhan buruh itu transportasi dan juga biaya hidup dari pangan. Itu dari PD Pasar juga sesuai dengan statistiknya," jelas Sandi.
"Tapi kita akan kaji lagi. Ada kemungkinan itu tepat, tapi tidak didistribusikan dan disosialisasikan dengan baik. Mungkin butuh bantuan (distribusi),” tutupnya.
