Penyesalan Sukirno, Guru yang Bikin Soal Ujian Sebut Anies-Mega

17 Desember 2020 6:12 WIB
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi bertemu dengan Sukirno, guru yang membuat soal dengan nama Anies dan Mega. Foto: Instagram/@prasetyoedimarsudi
zoom-in-whitePerbesar
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi bertemu dengan Sukirno, guru yang membuat soal dengan nama Anies dan Mega. Foto: Instagram/@prasetyoedimarsudi
ADVERTISEMENT
Sukirno, seorang guru SMPN 250 Jakarta, berstatus Kontrak Kerja Individual (KKI), sempat bikin geger Jakarta. Ia membuat soal ujian sekolah untuk siswa, yang menyandingkan nama Anies dan Mega. Meski tidak ada tujuan politik, penyebutan dua nama tokoh ini bisa menimbulkan mispersepsi.
ADVERTISEMENT
Ia mendapat teguran keras dari DPRD DKI Jakarta. DPRD menilai, Sukirno melakukan indoktrinasi kepada siswa didiknya. Ia juga disebut bisa memperkeruh situasi Jakarta yang masih hangat akibat polarisasi pasca Pilpres 2019.
Sukirno akhirnya menyesali perbuatannya. Ia telah membuat permintaan maafnya, dan meminta maaf lagi di hadapan ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi dan di hadapan wartawan. Berikut rangkumannya:
Sukirno: Saya Menyesal, Bu Mega, Pak Anies, Saya Minta Maaf
Sukirno menyampaikan permohonan maafnya di gedung DPRD DKI Jakarta, bersama dengan Kepala Dinas Pendidikan Nahdiana, Kepala SMPN 250 dan Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi.
"Saya Sukirno dalam kesempatan ini menyampaikan rasa penyesalan yang mendalam atas perbuatan yang saya lakukan terutama dalam penyusunan naskah soal. Saya tidak bermaksud apa-apa dan kekhilafan saya penyesalan saya," ucap Sukirno di hadapan media, di gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (16/12).
ADVERTISEMENT
Kepada Megawati, ia juga menyampaikan permintaan maafnya.
"Oleh karena itu kepada Ibu Megawati Soekarnoputri selaku Presiden RI yang ke-5 saya memohon maaf sebesar-besarnya atas opini yang berkembang di masyarakat yang tidak menyenangkan kepada masyarakat DKI dan Indonesia saya juga menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya telah membuat suasana tidak nyaman," kata Sukirno.
Ia juga meminta maaf kepada Gubernur DKI Anies Baswedan atas kesalahannya.
"Dan kepada Gubernur DKI Jakarta Bapak Anies Baswedan saya minta maaf karena telah membuat kegaduhan di masyarakat DKI Jakarta. Akhirnya saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Semoga semua pihak bisa memaafkannya. Terima kasih," pungkas Sukirno.
Sukirno Minta Maaf soal Mega dan Anies, Ketua DPRD DKI Tak Jadi Lapor Polisi
ADVERTISEMENT
Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi, sempat berencana melaporkan Sukirno ke Polda Metro Jaya atas kesalahannya. Namun, ia melunak setelah Sukirno meminta maaf dan menyesali kesalahannya.
"Saya dengan legowo Pak, saya juga manusia, saya orang Jawa. Akhirnya kedatangan nih yang enggak di ini, tiba-tiba datang ke sini. Saya rasa gitu lah, dengan keterbukaan hati saya gitu saya sebagai pimpinan DPRD," kata Prasetyo kepada media, di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Rabu (16/12). \
Surat permintaan maaf Sukirno, Guru SMPN 250 yang membuat soal ujian perbandingan Anies-Mega. Foto: Dok. Istimewa
Meski Maafkan soal Mega dan Anies, Ketua DPRD DKI Minta Sukirno Diberi Teguran
Meski begitu, Prasetyo tetap meminta agar Sukirno diberi surat peringatan. Hal ini sebagai pengingat bagi guru lainnya, agar tidak melakukan hal serupa dengan Sukirno.
ADVERTISEMENT
"Tapi saya minta dengan sangat melalui ibu Kadis tadi, bahwasanya Pak Sukirno ini ya dikasih surat peringatan apa pun ceritanya itu kan sudah tertuang dalam media sosial dan terbuka itu," kata Prasetio di Gedung DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (16/12).
Kepala SMPN 250 Sebut Sukirno Guru Agama yang Baik dan Berdedikasi
Kepala SMPN 250, Setiabudi, turut mendampingi Sukirno menghadap DPRD DKI Jakarta hari ini. Ia lalu menjelaskan siapa Sukirno dan bagaimana sepak terjangnya mengajar di SMPN 250.
Setiabudi menjelaskan, Sukirno merupakan guru agama yang baik, ia juga memiliki dedikasi tinggi.
"Dia guru agama, beliau punya dedikasi yang tinggi. Kebetulan di sekolah kami gurunya hanya satu, dia satu-satunya yang masih muda, saya perhatikan cukup baik," ucap Setiabudi, di DPRD DKI Jakarta, Rabu (16/12).
ADVERTISEMENT