Perampokan Maut Rumah Hijau Pamijahan Bogor: Bukan karena House Tour, tapi Utang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
D, pelaku perampokan maut Pamijahan Bogor. Semuanya karena utang. Dok: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
D, pelaku perampokan maut Pamijahan Bogor. Semuanya karena utang. Dok: kumparan

Perampokan maut terjadi di rumah di Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Rabu (18/9). Satu orang tewas yakni sang kepala rumah tangga, berinisial HS (26 tahun).

Perampokan maut tersebut menghebohkan terutama lantaran disebut-sebut dipicu konten house tour di media sosial. Dalam tayangannya, rumah berkelir hijau tersebut ditunjukkan hingga ke setiap ruangan.

Polisi membantah isu itu.

"Antara korban, HS, dengan pelaku, D (30 tahun), saling mengenal. Mobil barang bukti yang kami amankan, yakni Toyota Calya, digadaikan D kepada HS sebesar Rp 23 juta," kata Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Teguh Kumara, dalam konferensi pers, Senin (23/9).

"Korban, HS, selalu menagih dan pelaku, D, tidak mampu membayar. Timbullah niat D untuk melakukan kejahatan dengan tujuan mengambil barang-barang berharga milik korban," kata Teguh.

Barang-barang berharga itu: Mobil Mitsubishi Xpander, Calya (yang digadaikan pelaku), hingga emas.

Daftar Korban dan Pelaku

Para pelaku perampokan maut Pamijahan Bogor. Dok: kumparan

Pelaku dalam kasus ini ada 4 orang yakni D, S (29), C (48), dan O (26).

Sedangkan korban ada 4 orang, yaitu HS, RF yang merupakan istrinya (27), NN yang merupakan ibunya (55), AL anak mereka (10). Selain HS yang tewas, seluruhnya luka berat.

Momen Perampokan

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Teguh Kumara (kedua kanan). Dok: kumparan

Menurut Teguh, perampokan ini sudah direncanakan lima hari sebelumnya. "Direncanakan di bengkel tersangka D di Kampung Moyan," katanya.

Kemudian pada pukul 23.00 WIB, Selasa (17/9), D dan S bertamu ke rumah HS naik motor Yamaha NMax. Di dalam bagasi motor sudah disiapkan kunci pas untuk menganiaya.

HS sempat menerima kedatangan mereka bahkan menyuguhkan kopi. HS juga sempat meminum miras yang dibawakan.

Pukul 03.00 WIB, Rabu (18/9), saat HS mabuk, D memukul kepala kanan HS dengan kunci pas beberapa kali. Saat ini terjadi, S membekap mulut HS menggunakan kain lap, lalu menjerat leher HS memakai kabel.

D dan S pun masuk ke rumah, menganiaya istri, ibu, dan anak HS, lalu mengambil emas dan kunci mobil Xpander dan Calya. Jasad HS dimasukkan ke mobil Calya.

D dan S sempat pergi naik Xpander, lalu kembali lagi untuk memindahkan jasad HS. Tapi niat ini urung dilakukan lantaran di TKP sudah banyak orang.

Para pelaku pun kabur.

"Semua tersangka (pelaku) adalah buruh harian lepas. Sedangkan profesi korban, sehari-harinya sopir Grab dan jual-beli kendaraan bermotor," kata Teguh.