Peran 9 Tersangka yang Culik dan Sekap 3 Pria di Pondok Aren, Tangsel
ยทwaktu baca 2 menit

Total sembilan orang ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi terkait kasus penculikan dan penyekapan 3 orang pria di Pondok Aren, Tangerang Selatan, pada 13 Oktober lalu.
Kesembilan pelaku berinisial MAM, (41), VS (33), HJE (25), S (35), APN (25), Z (34), I (usia belum diketahui), MA (39), dan N (52).
Dalam kasus ini, kesembilan pelaku memiliki peranan masing-masing. Ada yang bertindak sebagai eksekutor penculikan, hingga ikut menganiaya korban.
Berikut masing-masing peranan kesembilan tersangka seperti yang disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Kamis (16/10):
1. MAM (41): Sebagai koordinator lapangan, perencana, eksekutor, dan penyiksa korban. MM juga berperan memeras dan menyediakan mobil untuk menculik korban.
2. NN (52) berperan sebagai koordinator lapangan kemudian memancing agar korban mau bertemu dan dibawa ke lokasi penculikan di Tangerang Selatan. NN juga berperan memeras korban.
3. VS (33) berperan menyuruh APN untuk merekam video yang akhirnya viral di media sosial. VS juga ikut menyiksa korban sekaligus menjaga korban agar tidak kabur dan menyediakan rumah.
4. HJE (25) berperan menyiksa korban.
5. S (35) berperan sebagai eksekutor, menyiksa korban, dan juga menyediakan rumah.
6. APN (25) berperan merekam video penyiksaan. APN juga ikut dalam proses membawa korban ke lokasi penculikan di Tangerang Selatan.
7. Z (34) berperan menyiksa korban.
8. I (usia belum diketahui) berperan sebagai eksekutor, koordinator lapangan, menyediakan mobil, dan menyiksa korban.
9. MA (39) berperan menyediakan rumah.
Ade memastikan pihaknya masih melakukan pendalaman atas kasus itu untuk dapat mengetahui hubungan dari pelaku dan motif dilakukannya aksi itu.
"Apa hubungan tersangka yang satu dengan yang lainnya, kemudian apa hubungan antara kelompok pelaku ini dengan korban, ini masih dilakukan pendalaman oleh rekan-rekan kami dari Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya," kata dia.
Aksi penculikan dan penganiayaan itu terungkap setelah momen penganiayaan yang dialami korban terekam video dan beredar di media sosial.
Terlihat, tiga korban terluka pada bagian punggungnya diduga akibat dianiaya. Kemudian, terlihat para korban saling mengoleskan cairan ke bagian punggung yang terluka.
Peristiwa bermula ketika korban hendak membeli mobil kepada pelaku. Ketika hendak bertemu dengan pelaku, korban mengajak dua teman dan istrinya. Namun, saat bertemu, korban dan dua temannya malah diculik oleh pelaku ke suatu tempat lalu dianiaya. Sementara, istri dari korban yang ikut menemani berhasil kabur.
