Perang Tak Terelakkan, Ini Daftar Senjata yang Dipakai Rusia dan Ukraina

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tank bergerak ke kota, setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengizinkan operasi militer di Ukraina timur, di Mariupo, Ukraina, Kamis (24/2/2022). Foto: Carlos Barria/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Tank bergerak ke kota, setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengizinkan operasi militer di Ukraina timur, di Mariupo, Ukraina, Kamis (24/2/2022). Foto: Carlos Barria/REUTERS

Tensi makin memanas di Ukraina. Peristiwa yang banyak orang pikir tidak akan terjadi, ternyata berbeda kenyataannya. Rusia benar-benar melancarkan invasi ke Ukraina.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melaporkan data terkait korban, baik tewas maupun luka akibat serangan Rusia pada Kamis (24/2). Berdasarkan laporan yang ia terima hingga Kamis malam, setidaknya 137 tentara Ukraina tewas dan 316 tentara terluka.

Terbaru, media setempat melaporkan adanya tiga suara ledakan baru terdengar di Ibu Kota Kiev, Ukraina, pada Jumat (25/2) waktu setempat.

Dikutip dari CNN, suara ledakan diduga datang dari area barat daya Kiev. Kemudian, pada pukul 06:30 pagi waktu setempat (11:30 WIB), dilaporkan terdengar suara ledakan besar di Kota. Belum diketahui penyebab dari ketiga ledakan tersebut.

Lantas, persenjataan seperti apa yang dipakai kedua negara tersebut saat perang di hari pertama kemarin?

Rusia

The March 5.9 (The Iskander)

Ilustrasi Misil The Iskander. Foto: volkova natalia/Shutterstock

Rusia menyebutnya dengan 9K720 The Iskander. NATO menyebutnya dengan SS-26 Stone.

Merupakan salah satu senjata misil yang jadi pilihan Rusia dalam operasi spesial-nya terhadap Ukraina.

Dengan jarak tembak mencapai 500 km, ‘The Iskander’ ini dapat menembak target dengan sangat tepat sasaran. Dikatakan misil ini dapat melumpuhkan target-target vital secara cepat dan tepat.

The Iskander telah menjadi senjata pilihan Moskow untuk mengancam seluruh bagian Eropa. Dengan misil ini, Rusia disebut dapat melakukan serangan kejutan kapan saja dan tentu dengan efek yang sangat parah.

Trio Tank (T-72, T-80, & T-90)

Atraksi Tank T-72 yang dioperasikan oleh awak dari Uganda di acara International Army Games 2018, di Alabino, Moskow, Rusia,Sabtu (28/7). Foto: Reuters/Sergei Karpukhin

Ketiga tank ini merupakan tank andalan bagi Rusia. Ketiga tank tersebut sudah sejak lama terlihat berjaga di sepanjang perbatasan Ukraina dan Rusia bulan-bulan lalu.

T-72 dan T-80 masuk dalam pasukan divisi yang disebut 1st Guards Tank Army. Sebuah pasukan tank milik angkatan darat Rusia yang sudah eksis sejak Uni Soviet masih berjaya. Namun saat ini, kedua tipe tersebut sudah dimodernisasi.

Dikutip dari Popular Science, ketiga tank tersebut dapat bergerak dengan kecepatan 59 km per jam (T-72) hingga 72 km per jam (T-80). Ketiga tank ini dibekali 125 mm meriam laras halus dan sensor bidik yang mampu mengidentifikasi musuh sejauh 2,41 km dan dalam kondisi gelap.

BM-30 Smerch

Ilustrasi BM-30 Smerch. Foto: ID1974/Shutterstock

Peluncur roket berat ini juga sudah lama terlihat di perbatasan. ‘The Smerch’ ini merupakan peluncur roket ganda yang mengangkut sebanyak 12 roket.

Roket yang dibawa memiliki jarak tembak sejauh 90 km. Dengan seluruh 12 roket tersebut, mampu meledakkan area seluas 60 hektar.

Krasukha

Ilustrasi Krasukha-2. Foto: Andrey 69/Shutterstock

Rusia juga memiliki perangkat sistem elektronik canggih, salah satunya disebut Krasukha.

Krasukha merupakan sistem perangkat yang tergabung pada truk militer, yang bisa menghalang dan memblokir sinyal. ‘Jammer’ ini mengacaukan sinyal lawan dengan mengirimkan gelombang kuat. Sehingga mampu memblokir sinyal dari radio komunikasi, radar, serta drone.

Dengan Krasukhan, pasukan Rusia dapat menghalau radar lawan saat penyerangan dan membuat sensor target menjadi tidak efektif.

Ukraina

Javelin & NLAW

Ilustrasi main battle tank and light anti-tank weapon (MBT LAW). Foto: Serhii Ivashchuk/Shutterstock

Javelin dianggap sebagai misil anti-tank tercanggih di dunia. Bisa menembak kendaraan lapis baja ataupun bunker dari jarak lebih dari 2.000 meter. Javelin juga dapat dengan mudah menghancurkan tank kelas berat sekalipun. Ukurannya yang kecil dan ringan menjadikan senjata ini sangat mudah untuk dibawa ke mana saja.

Ukraina mendapatkan bantuan Javelin serta NLAW dari AS dan Inggris. Dilansir dari media Jerman dw.com, AS sudah sejak 2019 mengirimkan senjata ini. Inggris juga mengirimkan sekitar 2.000 misil NLAW.

Stinger & GROM

Stinger merupakan peluru kendali yang digunakan perorangan untuk sistem keamanan udara. Mampu menembakkan peluru kendali dengan jarak 4.800 meter.

Selain Stinger, ada juga GROM, yang tidak jauh berbeda. Sebuah peluru kendali yang mampu menembak pesawat dengan jarak lebih dari 3 km.

Ukraina juga mendapatkan bantuan kedua misil anti-pesawat tersebut dari AS dan Polandia

Drone Bayraktar

Ilustrasi Bayraktar TB2 combat drone. Foto: Mike Mareen/Shutterstock

Ukraina memiliki setidaknya 20 pesawat tempur tanpa awak (drone) yang disebut Bayraktar model TB2. Drone ini mampu digunakan untuk operasi pengintaian dan juga penyerangan. Drone Bayraktar dilengkapi dengan misil serta bom kendali sensor.

Drone ini disebut dapat menjadi senjata andalan untuk melawan kekuatan militer yang lebih kuat, yang dalam hal ini ialah Rusia. Yang tentu sangat superior militernya ketimbang Ukraina.

Infografik Adu Kuat Militer Ukraina-Rusia. Foto: kumparan