Perceraian Warga Bandung Akibat Judi Online Terus Meningkat

17 Januari 2023 14:40 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi kartu nikah. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kartu nikah. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Jumlah warga yang bercerai akibat dampak buruk dari bermain judi di Kota Bandung meningkat pada rentang 2021-2022.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan data Pengadilan Agama Bandung, jumlah warga yang bercerai karena judi pada 2021 berjumlah 10 pasangan. Sedangkan pada 2022 meningkat menjadi 18 pasangan.
"Memang di tahun 2022 kemarin itu angka yang menjadi penyebab perceraian karena perjudian meningkat dari tahun 2021, berarti banyak orang yang ingin kaya dengan cara yang tidak benar," kata Ketua PA Bandung, Asep M. Ali Nurdin, ketika ditemui di kantornya, Selasa (17/1).
Asep menyebut, faktor ekonomi menjadi penyebab maraknya warga di Kota Bandung yang memutuskan berjudi hingga bertengkar dan berujung perceraian.
Jenis judi yang dimaksud dalam data PA Bandung termasuk judi online hingga judi bola.
"Judi sekecil apa pun termasuk judi bola, tetap saja judi namanya sehingga yang tadinya untuk nafkah keluarga, dipakai untuk perjudian, ya. Kemudian, ketika nafkah keluarga dan rumah tangga kurang, istrinya tentu tidak terima akhirnya terjadi perselisihan pertengkaran," ucap Asep.
ADVERTISEMENT

Tahun 2022

Sepanjang 2022, PA Bandung sudah memutus sebanyak 7.365 perkara perceraian.
Secara umum, penyebab perceraian paling tinggi yang terjadi di Kota Bandung pada 2022 adalah perselisihan dan pertengkaran berlarut sebanyak 3.433 kasus dan faktor ekonomi 1.407 kasus.
Jika dibandingkan dengan data tahun 2021, angka itu meningkat. Pada 2021, jumlah perkara cerai yang telah diputus berjumlah 7.075 perkara.