Perempuan Sebatang Kara Ditemukan Meninggal di Gubuk Pinggir Pantai di Bantul

Perempuan sebatang kara tanpa identitas ditemukan meninggal dunia di gubuk pinggir Pantai Pandansimo, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, pada Senin (5/10) malam.
"Identitas jenazah sampai saat ini belum diketahui," kata Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto, Selasa (6/10).
Rita mengatakan di tubuh korban tak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan.
"Dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan maupun luka pada tubuh korban," katanya.
Tinggal di Gubuk Seorang Diri
Berdasarkan informasi yang dihimpun polisi, sosok perempuan tersebut, sehari-hari tinggal seorang diri di gubuk tersebut.
"Korban diketahui selama ini dirawat oleh seorang perempuan yang rumahnya berada tidak jauh dari lokasi," katanya.
Seseorang yang merawat tersebut, menurut Rita, pada sore harinya masih memberikan makan tetapi perempuan tersebut menolak.
"Pada sekitar pukul 17.30 WIB, korban masih diketahui hidup ketika akan diberi makan. Namun korban menolak dan tidak mau makan," katanya.
Namun, sekitar pukul 18.00 WIB perempuan tersebut sudah tak merespons ketika dipanggil. Ia pun tidak bangun ketika dibangunkan.
"Perempuan tersebut meminta bantuan orang yang kebetulan berada di sekitar lokasi untuk mengecek kondisi korban. Setelah diketahui korban sudah tidak bernyawa, warga kemudian meminta bantuan petugas untuk melakukan evakuasi dan pemeriksaan," katanya.
"Jenazah kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Yogyakarta untuk pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut," jelasnya.
Rita mengatakan, perempuan tersebut diduga meninggal dunia karena faktor usia.
Polisi juga telah melakukan pemeriksaan identifikasi menggunakan iris mata dan sidik jari. Namun, hingga saat ini belum ditemukan data identitas yang sesuai dengan jenazah tersebut.
"Berdasarkan keterangan orang yang selama ini mengetahui keberadaan korban, perempuan tersebut tidak memiliki keluarga. Korban awalnya berada di kawasan Pantai Pandansimo untuk mencari barang bekas atau rosok," katanya.
"Karena tidak memiliki tempat tinggal, korban kemudian tinggal di gubuk tersebut seorang diri," ujarnya.
