Pergi ke Mal: Enaknya Belanja, Nonton, Makan, atau Nongkrong?

Nge-mal atau pergi ke mal merupakan salah satu aktivitas warga di perkotaan menghabiskan akhir pekan atau liburan.
Baca juga: Jokowi Antar Jan Ethes Cukur di Mal GI
Kali ini, kumparan (kumparan.com) mendatangi salah satu mal di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat. Meski masih siang, mal tampak ramai dikunjungi warga, walau tidak padat membludak.
Sebagian besar warga datang bersama dengan keluarga. Ada juga yang datang bersama dengan teman yang sudah lama tidak bertemu, ataupun dengan pacar, dan ada juga yang datang sendiri.
Memasuki jam makan siang, tempat yang paling ramai dikunjungi pengunjung sudah pasti food court atau satu lantai di mal yang dikhususkan untuk aneka jenis restoran yang menjual makanan. Beberapa pengunjung rela mengantre untuk mencoba makan di restoran yang baru saja buka atau restoran tersebut memang favorit.

Selain food court, tempat lainnya yang biasa dikunjungi toko baju, meski tidak seramai food court. Khusus untuk wanita, mereka lebih memilih untuk masuk ke toko kosmetik. Meski demikian, masuk ke toko-toko belum berarti konsumen akan membeli barang di sana.
Malahan, mereka lebih suka untuk melihat-lihat, bahkan sekedar mencoba pakaian atau kosmetik saja. Jika tidak cocok, mereka tidak akan jadi membeli. Atau, mereka hanya mencoba sebagai referensi atau hanya memastikan barang tersebut akan tersedia sampai jangka waktu tertentu.
Di sudut lain mal, tempat yang juga cukup ramai dikunjungi oleh pengunjung adalah tempat ngopi alias kafe. Kebanyakan pengunjung datang membeli minuman dan makanan, kemudian duduk untuk sekedar berbincang dengan kerabat, membuka laptop mereka dan bekerja, atau hanya sekedar mencari colokan untuk mengisi daya baterai gadget.
Ada juga tempat nonton. Jelang siang, di akhir pekan banyak pasangan muda mudi bergandengan tangan mengantre tiket. Ada juga keluarga dengan anak-anaknya, tapi mereka bisa dihitung jari.
Tak kalah penting wahana anak bermain. Keluarga muda dengan anak-anak yang masih kecil biasanya menyukai ini. Atau bisa juga seperti Presiden Jokowi yang mengantarkan cucunya Jan Ethes cukur di salon anak.

"Kalau aku ke mal kalau mau kumpul sama teman-teman Saja biasanya. Karaoke atau sekedar makan-makan saja. Kalau nonton jarang, paling kalau ada film bagus," kata Raihanisa, remaja berusia 16 tahun.
Sementara Hana (22) mengaku pergi ke mal jika ada tujuan yang harus dilakukan, yaitu berbelanja.
"Belanja atau nonton di bioskopnya atau makan lalu nongkrong," ujarnya.
Sama dengan Hana, Rara (20) akan pergi ke mall jika ada tujuannya. "Minimal ada tujuannya, walau cuma makan doang karena nggak suka muter-muter tanpa tujuan," ungkapnya.
Beda dengan Hana dan Rara, Sarah (22) mengaku tak jarang pergi ke mal meski tidak ada tujuan yang pasti.

"Kadang nggak ada tujuan juga, suka ke mal buat window shopping. Tapi tentu makan itu harus, jadi ke mall pasti makan," tutur Sarah.
Ada juga yang pergi ke mal sekedar untuk numpang ngadem jika cuaca panas, seperti Ellena (15).
"Paling numpang ngadem doang di mal, atau nggak beli es krim," tuturnya.
Selain sekedar ngadem, ada juga yang pergi ke mal dengan tujuan untuk mencari tempat mengisi daya baterai gadgetnya, seperti yang dilakukan oleh Anizza (24).
"Pernah lagi pulang ngampus (handphone) lowbatt. Takut nggak bisa hubungin mama buat jemput depan kompleks jadi mampir nge-charge dulu," ungkapnya.

Berdasarkan pengakuan mereka, fungsi mal memang sudah bergeser dari tempat berbelanja menjadi tempat untuk nongkrong, makan, ataupun sekedar untuk nonton film di bioskop. Kehadiran mal di kota-kota besar memang menjadi magnet tersendiri bagi warga.
Mal bukan lagi sekedar tempat berbelanja, tapi juga tempat kumpul keluarga. Mal dengan segala fasilitasnya mencoba menarik warga, untuk bersantai dan berbelanja. Tapi apa masih bisa sekarang ini? Apalagi katanya mal sudah mulai ditinggalkan.
Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu juga tipe orang yang datang ke mal hanya sekedar untuk nongkrong atau benar-benar untuk berbelanja? Atau tidak sama sekali suka ke mal? Silakan berbagi pengalaman di kumparan.
