Peringatan BMKG: Bibit Siklon 91S Berpeluang Tinggi Jadi Siklon, Ini Dampaknya

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah pengendara sepeda motor menerobos banjir yang menggenangi kawasan Jalan Gunung Salak, Denpasar, Bali, Senin (21/2/2022). Foto: Nyoman Hendra Wibowo/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah pengendara sepeda motor menerobos banjir yang menggenangi kawasan Jalan Gunung Salak, Denpasar, Bali, Senin (21/2/2022). Foto: Nyoman Hendra Wibowo/ANTARA FOTO

BMKG mengumumkan bibit Siklon Tropis 91S yang terbentuk pada 21 Januari berpeluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon (badai).

"Bibit Siklon Tropis 91S terpantau di Samudera Hindia selatan Nusa Tenggara Barat dan memiliki peluang tinggi untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan. Sistem ini bergerak perlahan ke arah tenggara,” beber BMKG, Jumat (23/1).

Bibit Siklon 91S berpotensi tinggi menjadi siklon (badai), Jumat (23/1/2026). Foto: Dok. BMKG

Bibit badai ini memberi dampak tak langsung pada cuaca dan perairan di Indonesia hingga Sabtu (24/1) pukul 07.00 WIB, yaitu:

Hujan lebat–sangat lebat

• Nusa Tenggara Barat

• Nusa Tenggara Timur

Hujan sedang–lebat

• Jawa Timur

• Bali

Angin kencang

• Jawa Tengah

• Jawa Timur

• Bali

• Nusa Tenggara Barat

• Nusa Tenggara Timur

Gelombang 1,25 – 2,5 m (Moderate Sea)

• Laut Bali

• Laut Flores

• Selat Bali

• Selat Lombok

• Laut Arafuru bagian barat

Gelombang 2,5 – 4,0 m (Rough Sea)

• Perairan selatan Jawa Barat hingga NTT

• Laut Sawu

• Samudera Hindia selatan Jawa Barat hingga NTT

"Masyarakat pesisir dan pelayaran di wilayah terdampak diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi," imbau BMKG.

kumparan post embed