Perjalanan Panjang Charles III Sampai ke Kursi Raja Inggris
ยทwaktu baca 2 menit

Takhta dari pemimpin Inggris Ratu Elizabeth II yang meninggal pada usia 96 tahun tersebut kini diberikan kepada Pangeran Charles. Ia adalah sebagai pewaris takhta utama Kerajaan Inggris.
Sebagai anak tertua dari empat bersaudara, Pangeran Charles telah menunggu lebih dari 70 tahun untuk menjadi raja. Charles menjadi Raja di usia yang tidak lagi muda yaitu, 76 tahun.
Perjalanan Pangeran Charles untuk menjadi raja panjang dan rumit. Sejak kecil, ia dibesarkan di dalam istana bersama saudaranya yaitu Anne, Andrew, dan Edward.
Ia bersekolah di Gordonstoun School di Skotlandia sebelum akhirnya menempuh pendidikan tinggi di Universitas Cambridge.
Pangeran Charles berhasil menjadi raja Inggris pertama dengan gelar Universitas di bidang antropologi, arkeologi, dan sejarah.
Memasuki usia 21 tahun, Pangeran Charles secara resmi mendapatkan gelar The Duke of Cornwall yang khusus diberikan pada pewaris tahta laki-laki. Ratu Elizabeth pun menobatkannya sebagai Pangeran Wales.
Setelah menempuh pendidikan tinggi, Pangeran Charles bergabung dalam Angkatan Laut Kerajaan dan menjabat sebagai perwira selama lima tahun.
Penuh Hambatan
Dikutip France24, perjalanan Pangeran Charles sebelum menjadi raja mengalami rintangan sejak ia menikah Lady Diana Spencer pada usia 32 tahun.
Setelah upacara pernikahan yang ditonton lebih dari 750 juta orang di dunia tersebut, Pangeran Charles dan Lady Diana memiliki dua orang putra, yaitu William dan Harry.
Namun pernikahan tersebut tidak berujung baik. Pada 1992, pasangan tersebut berpisah setelah Lady Diana mengungkap perselingkuhan Pangeran Charles dengan Camilla Parker Bowles, salah satu kekasih masa kecil pangeran.
Citra Pangeran Charles ternoda akibat perceraian yang secara resmi diumumkan pada 1996. Kematian Lady Diana setahun setelah perceraian tersebut juga turut menambah panjang kontroversi Pangeran Charles kala itu.
Delapan tahun berselang, Pangeran Charles akhirnya menikahi Camilla Parker Bowles pada 2005.
Perbaikan reputasi terus dilakukan termasuk melalui kegemarannya terhadap lingkungan. Pangeran Charles mensponsori beberapa asosiasi lingkungan seperti membentuk proyek Hutan Hujan Pangeran pada 2007 dan menjadi presiden World Wide Fund for Nature (WWF).
Walaupun begitu banyak pihak yang menilai bahwa Pangeran Charles merupakan sosok yang tidak populer dan eksentrik.
Misalnya yang paling baru ketika Pangeran Charles dituduh menerima Rp 14 miliar dari keluarga Osama bin Laden yang terkenal sebagai pendiri jaringan teroris terbesar.
Penulis: Thalitha Yuristiana.
