Pernyataan Lengkap Menhan Sjafrie di HUT Ke-80 TNI: Jangan Sakiti Hati Rakyat

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan ucapan HUT ke-80 TNI. Foto: Youtube/Kemhan RI
zoom-in-whitePerbesar
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan ucapan HUT ke-80 TNI. Foto: Youtube/Kemhan RI

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan pesan khusus dalam rangka HUT Ke-80 TNI yang jatuh pada 5 Oktober.

Sjafrie menyampaikan pesan ini melalui tayangan video dengan didampingi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, KSAU Marsekal Tony Harjono dan KSAL Laksamana Muhammad Ali.

Sjafrie menuturkan, perjalanan 80 tahun TNI sebagai alat pertahanan negara dalam bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara. tidak lepas dari nilai-nilai semangat perjuangan generasi 1945 yang selalu menjadi motivasi pengabdian TNI dalam membela negara kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar tahun 1945.

"Dalam menghadapi tantangan pertahanan nasional, Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia terus memperkuat pembangunan kekuatan pertahanan melalui pembangunan Perisai Trisula-Nusantara dengan meningkatkan kemampuan TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara yang andal untuk menegakkan kedaulatan, menjaga keutuhan wilayah negara kesatuan Republik Indonesia, serta melindungi seluruh bangsa dan tumpah darah Indonesia dari segala ancaman," kata Sjafrie.

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan ucapan HUT ke-80 TNI. Foto: Youtube/Kemhan RI

Sjafrie menekankan, Kementerian Pertahanan terus menata kebijakan dan strategi pertahanan nasional untuk memperkuat daya tangkal bangsa dengan membangun komponen cadangan di seluruh wilayah Indonesia guna memperkuat komponen utama TNI.

"Kementerian Pertahanan juga terus memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional untuk menopang kebutuhan TNI dalam menjalankan tugasnya," ucap dia.

Selain itu, eks Pangdam Jaya ini mengatakan penyelenggaraan pertahanan negara dilaksanakan secara semesta dengan melibatkan seluruh elemen bangsa dengan strategi pertahanan Indonesia yang bersifat defensif aktif, tanpa memiliki ambisi ofensif terhadap negara lain.

"Kecuali menjaga wilayah teritorial dan melindungi selamatan bangsa Indonesia," ucap dia.

Pasukan dari berbagai Matra TNI berjalan saat defile pasukan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu (5/10/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Masyarakat memenuhi area Monas untuk menyaksikan perayaan HUT ke 80 TNI pada Minggu (5/10/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Eks Kapuspen TNI ini mengatakan, kebijakan pertahanan juga diarahkan untuk meningkatkan kewaspadaan nasional terhadap upaya disintegrasi bangsa, serta memperluas kerja sama internasional melalui partisipasi aktif dalam operasi kemanusiaan dan misi perdamaian di bawah perserikatan bangsa-bangsa.

"Kepada segenap prajurit TNI, Menteri Pertahanan menyerukan untuk terus memperkokoh loyalitas kepada misi negara dan tetap menjaga disiplin keprajuritan serta menjunjung tinggi kehormatan prajurit di atas segala-galanya," ucap dia.

Sjafrie menegaskan, TNI dilahirkan oleh rakyat dan mengabdi kepada rakyat serta akan kembali kepada rakyat. Untuk itu, segenap prajurit TNI agar senantiasa hadir dan ikut serta aktif mengatasi kesulitan rakyat di sekitarnya.

"Dan jangan sekali-kali menyakiti hati rakyat. Setialah kepada jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional. Kami mohon doa kepada seluruh bangsa Indonesia," kata Sjafrie.

Presiden Prabowo saat meninjau pasukan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu (5/10/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Presiden Prabowo saat meninjau pasukan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu (5/10/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Berikut penyataan lengkap Menhan Sjafrie:

Saudara-saudara keluarga besar bangsa Indonesia yang kami hormati. Sebagai Pembantu Presiden Republik Indonesia yang bertugas mengelola kebijakan nasional pertahanan negara.

Saya selaku Menteri Pertahanan bersama Panglima Tentara Nasional Indonesia, Wakil Panglima Tentara Nasional Indonesia, serta para Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara.

Dalam rangka memperingati hari lahir ke-80, Tentara Nasional Indonesia tahun 2025 menyampaikan beberapa hal sebagai berikut. Perjalanan 80 tahun Tentara Nasional Indonesia sebagai alat pertahanan negara dalam bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara tidak lepas dari nilai-nilai semangat perjuangan generasi 1945 yang selalu menjadi motivasi pengabdian bagi kami seluruh generasi penerus Tentara Nasional Indonesia dalam membela negara kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar tahun 1945.

Dalam menghadapi tantangan pertahanan nasional, Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia terus memperkuat pembangunan kekuatan pertahanan melalui pembangunan Perisai Trisula-Nusantara dengan meningkatkan kemampuan TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara yang andal untuk menegakkan kedaulatan, menjaga keutuhan wilayah negara kesatuan Republik Indonesia, serta melindungi seluruh bangsa dan tumpah darah Indonesia dari segala ancaman.

Kementerian Pertahanan terus menata kebijakan dan strategi pertahanan nasional untuk memperkuat daya tangkal bangsa dengan membangun komponen cadangan di seluruh wilayah Indonesia guna memperkuat komponen utama TNI. Kementerian Pertahanan juga terus memperkuat kemandirian industri pertahanan nasional untuk menopang kebutuhan TNI dalam menjalankan tugasnya.

Penyelenggaraan pertahanan negara dilaksanakan secara semesta dengan melibatkan seluruh elemen bangsa dengan strategi pertahanan Indonesia yang bersifat defensif aktif, tanpa memiliki ambisi ofensif terhadap negara lain. Kecuali menjaga wilayah teritorial dan melindungi selamatan bangsa Indonesia.

Kebijakan pertahanan juga diarahkan untuk meningkatkan kewaspadaan nasional terhadap upaya disintegrasi bangsa, serta memperluas kerja sama internasional melalui partisipasi aktif dalam operasi kemanusiaan dan misi perdamaian di bawah perserikatan bangsa-bangsa.

Kepada segenap prajurit TNI, Menteri Pertahanan menyerukan untuk terus memperkokoh loyalitas kepada misi negara dan tetap menjaga disiplin keprajuritan serta menjunjung tinggi kehormatan prajurit di atas segala-galanya.

TNI dilahirkan oleh rakyat dan mengabdi kepada rakyat serta akan kembali kepada rakyat. Untuk itu, segenap prajurit TNI agar senantiasa hadir dan ikut serta aktif mengatasi kesulitan rakyat di sekitarnya. Dan jangan sekali-kali menyakiti hati rakyat.

Setialah kepada jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional. Kami mohon doa kepada seluruh bangsa Indonesia.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa melindungi pengabdian TNI kepada negara dan bangsa. Dirgahayu ke-80 TNI.